Categories: MERAUKE

Penyelundupan Satwa Dilindungi Masih Tinggi dengan Berbagai Modus

MERAUKE– Ketua Tim Kerja Penengakan Hukum Karantina Papua Selatan Harris Prayitno didampingi Petugas Jaga Pos Karantina Pelayanan Asmat Muhammad Rizky mengakui penyelundupan berbagai Satwa yang dilindungi di Papua Selatan masih cukup tinggi. ‘’Penyelundupan Satwa yang dilindungi di Papua Selatan masih cukup tinggi,’’ katanya.

Penyelundupan Satwa dilindungi ini dikarenakan wilayah yang cukup luas ditambah pintu-pintu keluar yang juga cukup terbuka dan tidak dibarengi dengan petugas yang cukup. Para pelaku tersebut menggunakan berbagai modus.

‘’Kalau pintu-pintu bandara pengawasannya sudah cukup ketat, karena ada X-Ray. Pengawasan dan pengendalian yang kami lakukan itu cukup maksimal,’’ katanya.

Namun yang menjadi masalah adalah di pelabuhan- Pelabuhan. Karena selain ada pelabuhan umum juga ada pelabuhan rakyat yang sangat berpotensi digunakan untuk penyelundupan Satwa yang dilindungi.

‘’Untuk Pelabuhan-pelabuhan ini, banyak modusnya. Bisa melalui tentengan yang dibungkus dengan pakaian. Juga bisa digabung dengan barang-barang lain. Waktunya juga bisa digunakan melakukan penyelundupan pada saat kapal malam. Misalnya, mereka melihat petugas Karantina selesia bertugas baru membawa barang selundupan. Jadi memanfaatkan celah waktu itu,’’ jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, dengan sungai yang cukup banyak di Papua Selatan, juga dapat dimanfaatkan untuk menyelundupkan Satawa yang dilindungi dengan menggunakan kapal yang langsung ke Pulau Jawa.

‘’Makanya kami melakukan kerja sama dengan instansi terkait terutama instansi yang bekerja di bandara dan Pelabuhan,’’ jelasnya.

Upaya penyelundupan bisa juga dilakukan lewat jasa pengiriman. ‘’Tapi kalua di bandara, modusnya bermacam-macam. Bisa dimasukan dalam kardus yang bagian atasnya makanan sementara bagian bawahnya Satwa Liar. Bahkan pernah dicampur sengan spart motor. Juga pernah, burung dimasukan ke dalam jaket besar lalu dimasukan dalam botol plastik,’’ jelasnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Buruknya Tata Kelola, Pemanfaatan Aset Pemprov Tak Optimal

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengatakan, PT Irian Bhakti Mandiri memiliki aset bernilai besar yang…

5 hours ago

Gelombang Tinggi Mengancam Perairan Utara Papua

Peringatan tinggi gelombang tersebut muncul di perairan utara Papua dikarenakan beberapa hari terakhir terpantau signifikan.…

5 hours ago

Jika Papua Utara Jadi, Suka Tidak Suka Harus Diterima

Provinsi baru ini nantinya akan membawahi wilayah adat Saireri, yang mencakup lima kabupaten yaitu; Biak…

6 hours ago

TP3C dan Staf Khusus Diharap Beri Masukan Objektif ke Gubernur

Pelantikan tersebut dilaksanakan setelah tiga bulan masa pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua pasca dilantik…

6 hours ago

Komisi X DPR Dorong Perluasan Akses dan Lokasi Sekolah Rakyat di Papua

“Banyak anak di Papua menghadapi hambatan, bukan hanya soal jarak sekolah, tetapi kondisi ekonomi keluarga.…

7 hours ago

Sosok Polisi Bhabinkamtimas yang Jadi “Lentera” di Kampung Terapung

Mesin menderu pelan, membelah air tenang menuju Kampung Enggros, sebuah pemukiman unik yang berdiri di…

7 hours ago