Sesuai informasi yang ia peroleh dari Yatno, Aceng menjelaskan bahwa yang bersangkutan dating ke Merauke untuk mencari kerja. Dan selama ini bekerja dari satu kapal ke kapal lainnya. Terakhir, yang bersangkutan mau bekerja lagi di salah satu kapal ikan, tapi sebelum bekerja yang bersangkutan sudah jatuh sakit.
‘’Akhirnya terlunta-lunta di Merauke. Pengakuannya dia di Merauke sudah sekitar 4 tahun,’’ jelasnya.
Sementara ituu, Kepala PT PELNI Cabang Merauke SM Assegaf mengatakan dirinya sudah mengizinkan namun masih ditolak pihak kapal dalam hal ini pihak Kesehatan Kapal dengan alasan kondisi pasien, jarak perjalanan yang menempuh waktu 14 hari dab persediaan obat-obatan.
‘’Saya tetap berusaha biar yang bersangkutan bisa berangkat dengan cara mediasi pihak kapal, pendamping pasien dengan instasi terkait dan yang berkepentingan yaitu Ketua HSNI, Kapolsek dan KKP, tapi otoritas kapal tetap menolak,’’ tandasnya. (ulo)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Dari 139 Kampung dan kelurahan di Kabupaten Jayapura, ternyata masih ada kampung yang berada di…
Ketua Tim Kerja Pengawasan Faktor Risiko Kesehatan Orang BKK Jayapura, dr. Danur Widura, menyatakan bahwa…
Kondisi ini menurutnya tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pengendara, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan…
Berdasarkan data Pelni, arus balik melalui KM Sinabung tujuan Jayapura kali ini mencatat penjualan tiket…
Karena selain mencukupi gizi anak sekolah, setiap SPPG harus mengalokasikan 10 persen untuk pencegahan stunting…
Insiden ini bermula saat sebuah speed boat rute Kampung Demba menuju Kabupaten Waropen terbalik setelah…