Categories: MERAUKE

Kuota Pupuk Subsidi Hanya 9.245 Ton 

MERAUKE- Kepala Dinas Tanaman Pangan,  Hooltikultura dan Perkebunan Kabupaten Merauke Ir. Ratna Lauce, M.Si  mengungkapkan, petani di Merauke selalu berteriak kekurangan pupuk subsidi karena antara kebutuhan dan kuota yang diberikan pemerintah sangat jauh.   

‘’Berdasarkan RDKK yang disusun petani, jumlah  kebutuhan pupuk subsidi selama 1 tahun sebanyak 53.000 ton. Sementara kuota yang diberikan hanya 9.245 ton. Jadi memang sangat jauh,’’ kata Ratna Lauce kepada Cenderawasih Pos belum lama ini.

Karena kuota yang diberikan pemerintah tersebut tidak sebanding dengan kebutuhan, lanjut Ratna Lauce, maka  diharapkan petani bisa menggunakan pupuk non subsidi. Apalagi pemerintah tidak menyediakan pupuk subsidi untuk seluruh lahan yang ditanami petani. Namun setiap  petani hanya diberikan kuota pupuk untuk lahan 2 hektar.

Sementara  petani yang menggarap lahan di atas  2 hektar seharusnya sudah menggunakan pupuk non subsidi, karena dianggap sudah mampu.  Apalagi lanjut dia,  kandungan unsur yang dibutuhkan tanaman di dalam pupuk non subsidi jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pupuk subsidi.

‘’Para distributor sebenarnya sudah mensosialisasikan kepada petani terkait kandungan yang   ada di dalam pupuk non subsidi dibandingkan yang disubsidi pemerintah. Kalau yang non subsidi, itu lebih tinggi dan pasti hasilnya jauh lebih bagus dibandingkan dengan pupuk subsidi. Tapi kembali lagi  kepada petani mau  menggunakan pupuk non subsidi atau tidak,’’  jelasnya.

Namun dari segi harga, diamui Ratna Lauce bahwa antara pupuk subsidi dan non subsidi sangat beda. Untuk non subsidi saat in harganya sekitar Rp 12.000 perkilonya. Sedangkan untuk subsidi sekitar Rp 2.500 perkilonya. ‘’Kalau  non subsidi untuk 1 kwintal pupuk atau 100 Kg sudah berkisar Rp 1,2 juta, belum lagi biaya transportasi, tergantung lokasinya di mana,’’ tambahnya. (ulo/tho)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: MERAUKE

Recent Posts

Operator Bulldozer Tewas dalam Kecelakaan Kerja di Jagebob

Kecelakaan kerja terjadi di areal perkebunan PT Murni Nusantara Mandiri (MNM), tepatnya di Blok 006–012…

55 minutes ago

Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Kompleks Barak Penerangan 

Warga kompleks barak penerangan, Jalan Bhayangkara, Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, dikejutkan dengan penemuan jenazah seorang…

2 hours ago

Jalan Yongsu Sapari Jadi Salah Satu Proyek Infrastruktur Besar 2026

Pemerintah Kabupaten Jayapura terus mendorong pembangunan infrastruktur sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Salah satunya…

3 hours ago

Bupati Keerom Tegaskan Tidak Boleh Ada Sekolah Kekurangan Guru

Bupati Keerom, Piter Gusbager dengan tegas memastikan tidak ada lagi sekolah di Kabupaten Keerom yang…

5 hours ago

Produksi Petani Lokal Berkurang Turut Pengaruhi Inflasi Daerah

Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan koordinasi dan sinergi antara lembaga ini, diperlukan untuk…

6 hours ago

Curi Kabel Stadion Lukas Enembe, Dua Terduga Pelaku Diamankan Polisi

Tim Opsnal Polsek Sentani Timur berhasil mengungkap kasus pencurian kabel tembaga jaringan listrik di Stadion…

7 hours ago