Categories: MERAUKE

Dilanda Banjir Rob, Ribuan Warga Waan Terancam Kelaparan

MERAUKE-Banjir rob yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia belum lama ini ternyata juga dialami masyarakat Kabupaten Merauke yang berada di pesisir Selatan Pulau Kimaam tepatnya di Distrik Waan.

   Akibat banjir rob ini, membuat masyarakat yang berjumlah sekitar lebih dari 6.000 jiwa tersebut terancam krisis pangan dan kelaparan. Pasalnya,  tanaman pangan mereka berupa umbi-umbian yang menjadi sumber makanan pokok siap panen rusak akibat  terendam air laut.
   Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Merauke Dominikus Ulukyanan, S.Pd, yang baru saja kembali melakukan reses dari wilayah  tersebut saat dihubungi Cenderawasih Pos  Sabtu (11/12) mengungkapkan, bahwa  banjir rob yang terjadi sejak 6 Desember tersebut lebih cepat dari perkiraan  masyarakat selama ini. Akibatnya, tanaman umbi-umbian yang menjadi persediaan bahan kebutuhan pokok warga  yang belum sempat dipanen, menjadi rusak.

  “Setiap tahun banjir rob ini dialami masyarakat di  pesisir pantai Selatan khususnya di Distrik Waan. Itu sudah menjadi langganan setiap tahunnya. Tapi, biasanya selama ini banjir rob terjadi sekitar  bulan Februari. Tapi, tahun ini lebih cepat datang dari biasanya di luar perkiraan masyarakat, sehingga masyarakat belum sempat melakukan panen yang menjadi persediaan kebutuhan pokok untuk beberapa bulan kedepan, banjir rob sudah datang,” kata Politisi Partai Golkar ini.

   Dominikus berharap  musibah  yang dialami masyarakat  di bulan Desember ini tidak terjadi di bulan Februari lagi. “Tapi kalau ini masih terjadi, maka tentunya masyarakat bisa   mengalami krisis pangan. Karena untuk mempersiapkan ini masyarakat butuh waktu sekitar 3 bulan lagi kedepan, karena  harus tanam  ubi lagi dan menunggu hasilnya,”  terangnya.

  Yang dibutuhkan  sekarang lanjut Dominikus bagaimana ada kapal atau pengusaha  yang bisa datang ke sana membawa beras dan membeli  ikan masyarakat. Karena di sana ikan sangat melimpah. Hanya pasarnya yang sangat terbatas. “Kalau ada   kapal yang ke sana membawa beras sekaligus membeli akan masyarakat itu lebih bagus lagi,” tandasnya.

   Soal banjir rob ini,  Dominikus  Ulukyanan mengaku sudah sampaikan ke Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka, MT, untuk diambil langkah-langkah penanganan terutama mengirim bantuan bahan makanan ke  masyarakat yang mengalami musibah  banjir rob tersebut. Banjir rob yang terjadi ini langsung mendapat respon dari masyarakat Merauke dengan menggelar aksi penggalangan dana bantuan peduli banjir rob  Waan yang dimulai  Minggu (12/12) kemarin. Aksi  peduli ini dilakukan di sejumlah titik traffic light Merauke.  (ulo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: BANJIR

Recent Posts

Dana Otsus Bukan untuk Operasional dan Belanja Kantor!

Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…

2 days ago

Bupati Keerom Minta Distrik Bersih dan Aman jelang Puncak HUT RI

Fokus utama arahan tersebut adalah menjaga keamanan, kebersihan, serta kedisiplinan jajaran pemerintahan distrik dalam melayani…

2 days ago

Kapolres Merauke: Jangan Sampai Kejadian di Puncak Terjadi di Merauke

Leonardo mengatakan, kejadian tersebut menjadi perhatian bersama karena menimbulkan kerugian. Karena itu, berbagai potensi persoalan…

2 days ago

Ini Alasan Fatal Mengapa Bendera Merah Putih Haram Menyentuh Tanah!

Pengibaran Bendera Merah Putih menjadi salah satu bagian paling dinantikan dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan.…

2 days ago

Potensi Besar di Sektor Retribusi, Tapi Terbentur Kepentingan Masyarakat Adat

   Car Free Day (CFD) yang digelar setiap Sabtu tersebut kini menjadi salah satu ruang…

2 days ago

Meriahkan HUT RI, Joged Veronika dan Yospan Asaibori di Mandala

  Salah satu atraksi yang akan menjadi perhatian dalam peringatan HUT ke-81 RI tahun ini…

2 days ago