Categories: METROPOLIS

Alumni SMA Gabungan Jayapura 1988 Berbagi Kasih di Kampung Tabati

JAYAPURA –  Moment menjelang perayaan Natal, hendaknya dimaknai dengan kegiatan positif, menjalin hubungan yang harmonis sesama keluarga, saudara, teman dan masyarakat pada umumnya, meningkatkan sikap peduli terhadap sesama dan membantu mereka yang membutuhkan.

  Hal inilah yang mendasari  ikatan alumni Sekolah Menengah Atas (SMA) Gabungan Jayapura angkatan 1988 melakukan kunjungan kasih sekaligus ibadah bersama dengan masyarakat yang ada di Kampung Tabati, Minggu (12/12) kemarin.

“ Ikatan alumni ini baru saja terbentuk dan bertepatan dengan menjelang perayaan Natal,  kami dari Ikatan Alumni SMA Gabungan Tahun 1988 melakukan kunjungan dan berbagi kasih dengan warga Kampung Tobati,” ujar Ketua Alumi Angkatan 1988 SMA Gabungan Jayapura, Letkol Inf Christian F. R. Ireeuw A.Md.

  Dijelaskan, kegiatan yang dilakukan, yakni kunjungan kasih di Kampung Tobati, diawali dengan Ibadah bersama dalam ibadha minggu pagi di gereja GKI Viadolorosa Tobati dan dilanjutkan dengan kegiatan bersama warga kampung, yakni penyuluhan kesehayan serta berbagi kasih dengan pemberian bingkisan kepada warga Kampung,
Kegiatan bersama warga kampung diadakan di para-para adat keondoafian Ireeuw di Kampung Tabati.
  Dijelaskan, kegiatan penyuluhan kesehatan diberikan oleh alumni yang berprofesi sebagai dokter. Penyuluhan yang diberikan yakni memberikan pemahaman  sekaligus praktek cara mencuci tangan yang baik dan benar, khususnya kepada anak- anak di Kampung Tobati. Anak-anak nampak senang diajarkan cara mencuci tangan yang benar

   Kegiatan lainnya, pembagian bingkisan berupa paket sembako, obat-obatan dan vitamin untuk lansia, buku dan alat tulis, dan lainnya. Bingkis diberikan kepada semua keluarga yang ada di kampung Tabati. “ Ini bentuk kepedulian sosial dari kami Alumni SMA Gabungan 1988 kepada warga di kampung ini, apa yang dapat kami siapkan, kami berbagi kasih dengan warga disini, “ ujar salah satu putra terbaik Port Numbay yang berkarier di TNI AD ini.

Rangkaian kegiatan para Alumi ini disambut antisias warga kampung Tobati. Mulai dari anak-anak hingga orang tua di kampung semua menyambut dengan sukacita. Begitupun para Alumni yang hadir  bergembira bersama warga kampung.
  Dikatakan, kegiatan ikatan Alumsi SMA Gabungan 1988 diawali dari kampung Tobati sebagai kampung tertua di kota ini. Dan sebagai putra asli kampung Tobati, para alumi menguslkan agar kegiatan alumni dimulai dari kampung dari Ketua alumni. Alasan lainnya, Kampung Tobati juga merupakan kampung sejarah pemerintahan mula-mula di Kota Jayapura dan pusat penyebaran Injil pertama di Tanah Tabi, sehingga tepat kegiatan Alumni diawali dari kampung ini.

” Selanjutnya kami akan keliling di kampung- kampung yang ada di kota ini dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat yang sifatnya sosial untuk masyarakat, ini salah satu dari program atau kegiatan dari alumi kami di tahun 2022, tentunya masih ada kegiatan lain yang akan kita rembuk bersama teman-teman alumi lainnya, apa yang dapat kita lakukan kedepan,” ujar Christian Ireeuw.
  Dikatakan, terpisah puluhan tahun usai lulus SMA di tahun 1988, masing-masing alumni tersebar dimana-mana, baik di Jayapura, Papua dan daerah lain di Indonesia. Namun komunikasi yang dibangun sebagai keluarga besar, dapat menyatukan mereka kembali dalam ikatan kekeluargaan. “ Kami alumi angkatan 1988 SMA Gabungan ada sekitar 200an lebih, dalam wadah ini, kami akan himpun semua teman-teman, untuk bersama-sama melakukan sesuatu yang sifatnya social kemasyarakatan dalam berbagai kegiatan kedepan,” ujarnya. (luc)

newsportal

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

14 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

15 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

16 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

17 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

18 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

19 hours ago