

AKBP Leonardo Yoga (foto:Sulo/Cepos)
MERAUKE- Warga yang ada di Jalan Natuna Kelurahan Karang Indah Merauke, nyaris bentrok akibat seorang anak di bawah umur yang terkena anak panah pada Minggu (10/5) sekira pukul 10.00 WIT. Untungnya, personel Polres Merauke dibackup Brimob segera mengatasi dengan meredam emosi warga yang telanjur tersulut dengan informasi yang simpang siur.
‘’Setelah kita pelajari dan analisa secepat mungkin, anggota yang datang di TKP dipimpin Kabag Ops bersama Pawas dan anggota piket langsung meredam emosi massa,’’ katanya.
Kapolres menjelaskan bahwa kasus itu berawal saat korban dibonceng oleh pamannya dengan menggunakan sepeda motor. Pelaku MN yang dalam pengaruh minuman keras dan memiliki dendam pribadi saat melihat paman korban dengan sepeda motor tersebut langsung melepaskan anak panah. Namun anak panah tersebut justru mengenai korban. ‘’Korban langsung ditangani secara medis,’’’ katanya.
Namun yang membuat massa emosi dan hendak melakukan anarkis, ungkap Kapolres, karena adanya informasi anak yang kena anak panah tersebut meninggal dunia.
Page: 1 2
Namun, Neeltje bukan sekadar anggota Paskibraka. Pada puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia…
Pesan tersebut disampaikan Deputi Bidang Penjaminan Mutu Pengembangan Kapasitas dan Pembelajaran ASN Lembaga Administrasi…
“Saat datang, Mendagri kasih waktu pengerjaan dua minggu dan paling lambat satu bulan. Namun…
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, bersama Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Provinsi Papua, Susana…
Menurutnya, perhatian khusus perlu diberikan kepada OPD yang menjalankan pelayanan publik secara langsung. “Program-program…
Anggota DPRK Kota Jayapura, Barend Bartolomeus Taniauw atau akrab disapa Barto, mendorong Pemerintah Kota Jayapura…