Categories: MERAUKE

Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah akan Temui Presiden

Minta Agar Pasukan Non Organik Ditarik dari Nduga*

WAMENA — Asosiasi Bupati Se Pegunungan Tengah  dalam waktu dekat akan bertemu dengan pemerintah pusat untuk meminta agar pasukan non organik yang ada di Kabupaten Nduga segera ditarik sehingga masyarakat Nduga yang mengungsi ke Kabupaten Jayawijaya, Lanny Jaya, Mimika bisa kembali ke daerah asalnya.

Ketua Asosiasi Bupati Se Pegunungan Tengah Papua, Befa Yigibalom menyatakan, banyaknya warga Nduga yang mengungsi ke Jayawijaya mengakibatkan terjadinya konflik sosial antara masyarakat, seperti konflik yang baru saja diselesaikan saat ini.

Dalam kesempatan itu, masyarakat menyampaikan ingin kembali ke distrik dan kampung yang mereka tinggalkan di Kabupaten Nduga.

“ Sebagai ketua asosiasi, saya menyetujui dan mulai berbicara untuk segera menarik seluruh pasukan non organik yang ada di sana dan diisi dengan pasukan organik dari Kodim 1702/ Jayawijaya dan Polres Nduga, itu yang harus dilakukan,”ungkapnya Rabu (12/1) kemarin.

Pihaknya berharap kelompok yang berbeda ideologi di Nduga untuk segera menyesuaikan diri dan mereka harus tahu bagaimana pengorbanan masyarakat atau keluarga besarnya dalam pengungsian yang besar —besaran ini.

Bupati Lanny Jaya juga mengakui akan melakukan pendekatan bersama dengan Bupati Nduga, kelompok yang ada di sana yang dipimpin Egianus Kogoya agar mengetuk nuraninya untuk juga peduli terhadap warganya yang mengungsi di Jayawijaya.

“Sebagai ketua asosiasi akan memperjuangkan masalah ini, memang selama ini saya agak diam karena tidak tahu masalah yang ada di sana, tapi karena kondisi masyarakat saat ini, maka kita bicara untuk mencari solusi terbaik agar masyarakat bisa kembali ke kampung halamannya masing —masing,”bebernya.

Bupati Lanny Jaya dua periode  itu mengatakan, untuk pergi menemui pimpinan di pusat, mungkin tidak harus semua bupati di Lapago.

“Kita akan minta Presiden Joko Widodo untuk tarik pasukan non organik, sedangka ke bawah, kita akan pendekatan dengan kelompok garis keras untuk tidak melakukan tindakan yang memancing ketidaknyamanan warga dan pemerintahan di sana sebab secara otomatis pasukan non organik akan masuk,”katanya.

Di tempat yang sama Bupati Nduga Wentius Nimiangge menyatakan, Pemkab Nduga sudah membangun Kodim sendiri dan tidak bergabung lagi dengan Kodim Jayawijaya dan Yahukimo atau Mimika, karena itu,  pasukan non organik harus ditarik dari Nduga dan diisi oleh pasukan organik dari Kodim. Jika ini dilakukan, maka masyarakat Nduga yang mengungsi ke Jayawijaya akan diupayakan kembali ke Nduga.(jo/tho)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: WAMENA

Recent Posts

Kendalikan Inflasi, Gubernur Instruksikan Enam Langkah

Enam langkah itu meliputi pelaksanaan operasi pasar murah secara berkala untuk menjaga keterjangkauan harga, inspeksi…

1 day ago

Wali Kota Terima Aspirasi 314 K2 Asli Port Numbay

Pertemuan berlangsung penuh harapan dan suasana emosional, karena para tenaga K2 asli Port Numbay merasa…

1 day ago

Komnas HAM Tolak Draft RUU HAM

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan penolakan tegas terhadap draft Rancangan Undang-Undang Hak…

1 day ago

Warga Tak Perlu Lagi Bolak-Balik ke Pengadilan Untuk Sidang Adminitrasi Kependudukan

Terobosan baru yang dihadirkan Pemerintah Kota Jayapura melalui Disdukcapil bekerja sama dengan Pengadilan Negeri (PN)…

1 day ago

Bentuk Staf Khusus Adat, Wali Kota Libatkan Para Ondoafi

Menurut Abisai Rollo, keberadaan para Ondoafi memiliki posisi yang sangat penting karena mereka merupakan pemilik…

1 day ago

OAP Harus Jadi Pusat Utama Pembangunan

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari besarnya proyek nasional maupun investasi yang masuk,…

2 days ago