Namun sebelum keluar mengecek, salah satu anak laki-lakinya yang ingin ke kamar mandi, melihat dari celah-celah pintu rumahnya ada kobaran api di belakang bangunan kiosnya. Anaknya tersebut membangun kakaknya untuk memadamkan api namun api lebih dulu membesar dan menghanguskan bangunan kios miliknya.
Mulyawan Ismail belum bisa memastikan berapa kerugian material yang dialami kedua korban tersebut apalagi dirinya baru mengisi kios tersebut dengan barang-barang terutama bawang merah dan bawang putih. ‘’Kerugiannya bisa ratusan juta,’’ tambahnya.
Informasi yang diterima media ini bahwa 4 tanki mobil pemadam kebakaran datang memadamkan api tersebut sehingga api tidak merembet ke bangunan lainnya yang ada di sekitar kios yang terbakar itu. ‘’Untung angin tidak ada, kalau ada angin kencang pasti bangunan di belakang kios itu habis,’’ kata Mulyadi, tetangga kios Mulyawan. (ulo)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Pegunungan mendorong penyelenggaraan pekan olahraga daerah atau Porda guna…
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Papua, Arya Sinulingga, akan melakukan koordinasi dengan pengurus PSSI Papua…
Presiden Direktur NCK, Owen Rahadiyan, mengaku puas terhadap perkembangan permainan tim selama masa pemusatan latihan…
- Sebanyak 89 crosser akan saling adu kecepatan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Grasstrack Region VI,…
Theo menilai kasus dugaan penyanderaan itu masih belum jelas karena adanya perbedaan informasi antara pihak…
Merespon terkait dengan kasus tersebut, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, M.Hum., menegaskan…