Categories: MERAUKE

Wabah Menyerang Menyebabkan Populasi Ternak Babi di Boven Digoel Habis

MERAUKE – Wabah yang menyerang ternak babi di Kabupaten Boven Digoel yang meliputi 9 distrik menyebabkan populasi ternak babi di daerah tersebut kabis atau nol. Padahal, di tahun 2024 jumlah populasi bagi pemeiharaan warga tercatat 11.066 ekor kemudian turun menjadi 8.272 ekor di tahun 2025 dan pertanggal 5 Mei 2026 babi pemeliharaan warga tersebut habis.

Kepala Balai Karantina Papua Selatan Irsan Nuhantoro,S.Si, M.Si, MP, di Merauke mengungkapkan, laporan kematian babi di Kabupaten Boven Digoel tersebut baru pihaknya terima di bulan April 2026.  Sementara wabah penyakit yang menyerang ternak babi masyarakat tersebut terjadi sekitar bulan Oktober 2024 lalu.

‘’Laporan yang kami terima bahwa ternak babi masyarakat tersebut mati mendadak. Namun kami tidak bisa memastikan apakah wabah yang menyerang ternak babi masyarakat di Boven Digoel itu akibat ASF (African Swins Fever) atau bukan. Karena kami tidak mendapatkan sampelnya. Karena tidak ada lagi bagi yang bisa diperiksa,’’ kata Irsan Nuhantoro, Minggu (7/6), sore.

Namun sejak mendapatkan laporan, lanjut Irsan, pihaknya langsung melakukan blockade di Muara Digoel, Bade Kabupaten Mappi agar tidak ada lagi pengiriman babi dari wilayah tersebut.  Kematian ternak babi warga tersebut, diperkirakan juga menyasar babi hutan yang hidup liar di dalam hutan. Sebab, lanjut Irsan, kemungkinan babi-babi yang mati mendadak tersebut sebagian dibuang masyarakat ke sungai yang menyebabkan penyebaran kematian ternak babi di sepanjang jalur sungai yang ada di Boven Digoel.

‘’Memang ini suatu kerugian ekonomi yang cukup besar dialami masyarakat. Apalagi kita tahu di Papua, bahwa babi ini sangat memiliki peranan penting dalam penyelesaian adat maupun kegiatan kemasyarakatan,’’ tandasnya. (ulo/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Kapolri: ASN Bisa Masuk Polri dengan Catatan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merespons positif usulan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai…

8 hours ago

Natalius Pigai Usul Jabatan Strategis Polri Dibuka untuk Kalangan Sipil

Gagasan ini dilemparkan Pigai sebagai bentuk reposisi tata kelola kelembagaan yang dinilai perlu beradaptasi dengan…

9 hours ago

Semakin Susah Didapat, Jika Ada Harganya pun Relatif Mahal

Bagi masyarakat adat Sentani, ikan ini bukan sekadar sumber pangan. Gabus Sentani memiliki nilai budaya,…

10 hours ago

Lerai Perkelahian Dua Kelompok Pemuda, Seorang Warga Ditembak Gunakan Senapan Angin

Seorang warga Merauke bernama Jimmy Balagaize (33) terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan…

13 hours ago

Ada 3.617 Pengangguuran Terbuka di Merauke

Kehadiran perusahaan di bidang perkebunan di Merauke khususnya perkebunan kelapa sawit dan sekarang ini perkebunan…

14 hours ago

Kejari Diminta Usut Tuntas Kasus Dugaan Korupsi RBLH di Hoya

Dalam keterangan yang diterima media ini, Ketua DAD Mimika, Vinsent Oniyoma, mengatakan bahwa berdasarkan informasi…

15 hours ago