Categories: MERAUKE

Ratusan Guru Ikuti  Pemeriksaan HIV-AIDS, Tercatat 149 Pelajar  Sudah Positif

MERAUKE – Ratusan guru dan kepala sekolah PAUD, SD dan SMP di Kota Merauke mengikuti pemeriksaan HIV-AIDS kerjasama Dinas Pendidikan, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), dan Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, Jumat (5/7/2024).

Sebelum pemeriksaan, diawali dengan sosialisasi tentang HIV-AIDS karena berdasarkan data siswa dan mahasiswa yang terinfeksi HIV per Mei 2024  149 orang terinveksi (data kulumatif) dengan rincian  37 siswa dan dan 69 mahasiswa. Untuk itu, perlu ada langkah pencegahan guna menekan peningkatan laju pengidap HIV-AIDS di kalangan tersebut termasuk tenaga pendidik.

“Yang terdeteksi sudah 149 pelajar, padahal kita belum ada pemeriksaan ke masing-masing sekolah atau perguruan tinggi. Kalau kita lakukan pemeriksaan pasti hasilnya 10 kali lipat. Karena itu kita lakukan sosialisasi dan pemeriksaan bagi guru dan kepala sekolah selanjutnya diteruskan informasinya kepada siswa,”kata  Ketua KPA Kabupaten Merauke, H. Riduwan disela-sela memantau langsung pemeriksaan itu.   

Kembali disampaikan, masih banyak orang yang tidak mau memeriksa atau melakukan VCT. VCT adalah Voluntary Counseling and Testing, yaitu serangkaian tes untuk mengetahui apakah Anda positif atau negatif mengidap HIV (Human Immunodeficiency Virus). Entah karena malu atau malas tahu sehingga mereka menganggap dirinya sehat, terutama bagi yang melakukan seks bebas, seks di luar nikah, ganti-ganti pasangan, mereka itulah yang punya potensi besar menularkan HIV-AIDS kepada pasangannya atau kepada orang-orang yang melakukan hubungan badan dengan mereka.

Secara keseluruhan akumulasi HIV-AIDS di Merauke sejak 1992 hingga April 2024 sudah mencapai 2.853 pengidap berasal dari semua kalangan. Angka tertinggi masih di kalangan ibu rumah tangga.

Ketua KPA sekaligus Wakil Bupati Merauke juga mengangkat soal prostitusi online yang marak akhir-akhir ini, perlu mendapat perhatian serius pemerintah dan koperatif semua pihak. Sebab jika dibiarkan maka akan rusak generasi bangsa yang harus dipersiapkan untuk melanjutkan pembangunan dan keberlangsungan hidup ke depan. Generasi bangsa akan mampu berkontribusi dalam pembangunan kalau kondisi fisik dan mentalnya sehat, cerdas dan berbudi luhur.(ulo)

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Tak Ada Budidaya, Populasi Udang Selingkuh Semakin Berkurang

Udang Selingkuh Wamena adalah lobster air tawar endemis Papua yang secara ilmiah termasuk dalam Cherax…

5 hours ago

Banyak Masyarakat NTT Berkontribusi di Papua Selatan

Dialog tersebut mengusung tema "Generasi Muda, Identitas, dan Realitas Sosial. Wagub Paskalis mengemukakan banyak masyarakat…

6 hours ago

Medical Klinik Pertama Milik OAP Kini Hadir di Merauke

Medical Klinik pertama milik orang asli Papua kini hadir di Merauke seiring dengan peresmian dan…

7 hours ago

Sempat Ditungggu Habiskan Makan, Satu Anggota KKB Intan Jaya Dibekuk

Personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menangkap seorang pemuda berinisial EK (18) di Kampung Bilogai,…

8 hours ago

Perkembangan Teknologi dan Sistem Transportasi Tak Bisa Dibendung

Ramainya perbincangan warganet di media sosial terkait rencana kehadiran Bajaj di Papua mendapat tanggapan dari…

9 hours ago

DPRP Papeg Minta Maaf Tidak Turun Langsung Ke Masyarakat Dalam Situasi Konflik

Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Pegunungan meminta maaf kepada keluarga korban dan korban terdampak…

10 hours ago