Categories: MERAUKE

Nakes dan Non Nakes RSUD Merauke Demo

Tuntut Hak-hak Mereka Segera Dibayarkan

MERAUKE – Tenaga Kesehatan (Nakes) dan non Nakes menggelar aksi demo damai di dalam halaman RSUD Merauke, Kamis (7/4) . Meski ada aksi demo, namun tidak mempengaruhi pelayanan dari RSUD Merauke. Karena yang melakukan aksi demo hanya perwakilan dari Nakes dan non Nakes. Dengan membawa sebuah spanduk, aksi demo tersebut ditujukan kepada manajemen RSUD Merauke.

     ‘’Kami para staf, tenaga medis dan tenaga non medis yang bekerja di RSUD Merauke meminta hak-hak kami yang belum direalisasikan oleh manajemen RSUD Merauke sampai saat ini,’’ kata Victor Apasaray sebagai pembicara dari aksi demo tersebut.

Menurut Victor Apasaray, belum dibayarnya hak-hak dari staf, tenaga medis dan non medis tersebut membuat pihaknya kecewa, sebab semua kewajiban telah dipenuhi,  namun hak-hak yang telah diatur dan ditetapkan dalam  regulasi belum direalisasikan. Karena itu, Victor Apasaray mengaku jika tidak ada pembayaran dalam waktu dekat, pihanya mengancam mogok kerja.

    Setelah melakukan orasi, kemudian para pendemo tersebut diarahkan untuk bertemu langsung dengan manajemen  yang diterima oleh Kepala Tata Usaha RSUD Merauke Leo Amatop dan Kepala Bidang Pelayanan  RSUD Merauke, dr. Daisy L., SP.KFR.

  Dihadapan manajemen baru RSUD Merauke tersebut, Victor Apasaray membacakan tuntutan mereka. Pertama, pertanggungjawaban manajemen RSUD Merauke tahun  berjalan 2020-2022. Kedua pertanggungjawabkan dan bayarkan insentif Covid tahun 2020, 4 bulan terakhir yang telah dibayarkan, namun nominalnya tidak  sesuai dengan peraturan bupati Merauke yang telah ditetapkan.

Ketiga pertanggungjawabkan dan bayarkan insentif Covid-19 tahun 2021 yang belum dibayarkan sampai saat ini. Keempat, pertanggungjawabkan dan bayarkan BPJS Covid-19 tahun 2020-2021 yang belum dibayarkan sampai sekarang dan kelima pertanggungjawabkan BPJS reguler 2021 yang belum dibayarkan sampai sekarang ini.

Menanggapi  tuntutan tersebut,  Kepala Tata Usaha RSUD Merauke Leo Amatop menjelaskan, untuk point 4 dan 5 sebenarnya anggarannya sudah ada  dan tinggal mau dibayarkan, namun BPK  masih melakukan audit, di mana petugas dari BPK baru tiba di Merauke untuk melakukan tugasnya tersebut. ‘’Setelah audit dilakukan barulah bisa dibayarkan.Tapi, kami tidak tahu berapa hari audit itu dilakukan. Kita tunggu  saja selesai,’’ terangnya.

Sementara untuk  point pertama sampai ketiga, menurut Kepala Bidang Pelayanan  RSUD Merauke dr. Daisy L., SP.KFR., merupakan tugas dari manajemen lama untuk menjelaskan. ‘’Tapi kami siap memfasilitasi untuk saudara-saudara  mendapatkan penjelasan dari manajemen lama RSUD Merauke,’’kata dr. Daisy. Setelah bertemu dan manajemen RSUD Merauke yang baru dan mendapatkan penjelasan, aksi tersebut berakhir. (ulo/tho)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: RSUDMERAUKE

Recent Posts

Desak Perlindungan Warga Sipil di Tengah Konflik Bersenjata

Karenanya YKKMP berencana akan memasang baliho hak-hak masyarakat sipil khususnya di Distrik Sinak dan Kembru,…

10 hours ago

Harga Minyak Tanah Bersubsidi di Pengecer Semakin Tak Masuk Akal

arga penjualan minyak tanah (Mitan) bersubsidi di tingkat pengecer pada pasaran Wamena semakin meninggi. Sebab…

11 hours ago

Dua Bersaudara jadi Korban Curas di Kampung Tulem

Aksi pencurian dengan kekerasan kembali terjadi di Jayawijaya kembali terjadi. Kali ini tepatnya di Kampung…

12 hours ago

Rumah Sakit Pengampu Nasional dan Regional Cek Langsung RSUD Merauke

Saat di RSUD Merauke tersebut, para direktur utama rumah sakit tersebut didampingi Kepala Dinas Kesehatan…

14 hours ago

Mimika Diterjang Hujan Lebat dan Angin Kencang

Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan BMKG, sejak pukul 13.00 WIT, hujan dengan intensitas sedang hingga…

15 hours ago

Belasan OPD Absen, Wali Kota Beri Sinyal Ganti

Tak hanya di tingkat OPD, rendahnya partisipasi juga terjadi di jajaran wilayah. Dari lima kepala…

16 hours ago