Categories: MERAUKE

DPRP Papua Selatan Akan Perjuangkan Aspirasi Mahasiswa dan Masyarakat Adat

Soal Penolakan PSN di Merauke

MERAUKE – Pemerintah pusat telah menetapkan Kabupaten Merauke sebagai kawasan strateis nasional (PSN) melalui pengembangan industri gula dan pembukaan lahan 1 juta hektar untuk cetak sawah baru. Tentunya dengan penetapan Merauke sebagai PSN tersebut akan banyak program mulai dari yang bernilai kecil sampai yang besar yang akan melibatkan  para pengusaha yang bermodal maupun yang pas-pasan.

Terkait dengan itu, Ketua Sementara DPR Provinsi Papua Selatan Heribertus Silubun saat dihubungi media ini lewat telpon selulernya, mengatakan, pihaknya sampai saat ini belum berpikir ke arah sana  untuk memastikan bahwa apakah program strategis  nasional ini ketika nanti berjalan.

‘’Tapi yang kita berpikir adalah  meneruskan aspirasi dari para mahasiswa dan masyarakat adat yang ini sudah menyampaikan aspirasinya ke DPRP Papua Selatan menolak investasi dan PSN serta transmigrasi.  Jadi kami merencanakan setelah penetapan APBD 2025 nanti,  dengan membentuk tim mungkin untuk ke  Kementrian Transmigrasi  lalu ke DPR RI yang membidangi masalah tersebut,’’ kata Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.

Nantinya  setelah bertemui dengan pihak-pihak terkait itu nantinya bisa mendapatkan gambaran sebenarnya arah Program Strategis Nasional seperti apa dan  bagaimana pemerintah pusat merespon sikap masyarakat adat dan para mahasiswa terkait dengan  program tersebut.

   Dikatakan, sebagai wakil rakyat  pihaknya  harus menyuarakan suara masyarakat  dan mahasiswa yang sudah disampaikan ke DPRP Papua Selatan, sebenarnya arah program strategis nasional tersebut serta manfaatnya bagi masyarakat seperti apa.   

‘’Sebagai wakil rakyat, kita harus berada di  posisi kedua belah pihak. Di satu sisi kita tetap menyuarakan  suara rakyat tapi kita juga harus tahu bagaimana manfaat program  itu bagi masyarakat. Kalau memang betul-betul program itu bermanfaat bagi masyarakat tentunya kita harus kembali kepada masyarakat,’’ katanya.

Yang paling menonjol tambah Heribertus Silubun, pertama penolakan terhadap transmigrasi dan pembukaan lahan yang begitu besar.

‘’Biar bagaimana, masyarakat kita, saudara kita orang asli Papua hidup dan sangat tergantung dengan alam. Mereka tidak bisa dipisahkan dengan alam dan kita tentu juga berharap dari kebijakan pemerintah program ini bisa berjalan tapi bagaimana  ada perlindungan  hukum kepada masyarakat. Karena ini sesuatu yang tidak bisa diabaikan. Artinya hutan ini  bukan hanya untuk masyarakat adat tapi untuk orang banyak karena dia yang akan memproduksi oksigen. Tapi kalau hutan nanti kita habiskan, jadinya seperti apa Merauke ini,’’ pungkasnya. (ulo/wen)   

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Gaji Hakim Naik 300 Persen, Akademisi: Gaji Selangit Tak Jamin Bersih

Dalam pandangannya, kenaikan drastis ini melahirkan pertanyaan mendasar di benak publik: "Gaji hakim naik, rakyat…

2 hours ago

Persipura Lakukan Perombakan Besar-besaran

“Untuk saat ini semua masih bisa terjadi. Pemain asing yang pasti kita sedang mencari. Tiga-tiganya…

9 hours ago

DPR RI Didesak Bentuk Pansus Pantau Kerusakan Dampak PSN

Direktur Eksekutif POHR, Thomas Ch. Syufi, menegaskan bahwa karya tersebut bukan sekadar dokumenter biasa, melainkan…

10 hours ago

Hampir Tak Ada Wakil Rakyat yang Bicara Penolakan PSN

Menurutnya, film Pesta Babi membuka ruang diskusi publik terkait persoalan besar yang selama ini dirasakan…

11 hours ago

Keikhlasan Saat Situasi Ekonomi Kurang Bergairah Jadi Ujian Dalam Berkurban

Sejak pukul 05.30 WIT panitia hari-hari besar Islam (PHBI) Provinsi Papua sudah mempersiapkan tempat di…

12 hours ago

TPNPB Bertanggungjawab Atas Pembakaran Fasilitas Umum

TPNPB Kodap XVI Yahukimo juga lanjut Sebby mengancam akan terus melakukan patroli dan operasi terhadap…

13 hours ago