Categories: MERAUKE

Kerahkan 600 Personel Untuk Pembangunan Jembatan di Nduga

Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring (FOTO : Elfira/Cepos)

JAYAPURA-TNI mengerahkan sebanyak 600 personel memperkuat Kodam XVII/Cenderawasih untuk melanjutkan proyek jembatan di Kabupaten Nduga. Dimana pengerjaan jembatan tersebut sempat terhenti karena aksi penembakan yang terjadi pada 2 Desember tahun 2018.

  Sebelumnya proyek ini dikerjakan PT. Istaka Karya dan PT. Brantas Abdibraya yang sempat terhenti akibat adanya insiden pembantaian terhadap puluhan karyawan PT. Istaka Karya oleh gerombolan separatis pimpinan Egianus Kogoya, di Distrik Yigi.

   Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring menyebutkan, pasukan TNI tersebut akan digelar di sepanjang jalur pembangunan Trans Papua Wamena-Mumugu, khususnya dalam pembangunan jembatan. Tekhnis pelaksanaannya pembangunan akan dilanjutkan oleh satuan Zeni Konstruksi (Zikon) TNI AD, sedangkan tenaga ahli tetap dari PT. Istaka Karya dan PT. Brantas.

  “Negara tidak boleh mundur  hanya karena adanya teror dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, Negara akan tetap melanjutkan pembagunan sampai selesai, ini demi untuk kemaslahatan dan kesejahteraan seluruh rakyat,” tegas Panglima.

  Menurutnya, situasi di Kabupaten Nduga saat ini kondusif. Rakyat yang mengungsi akibat insiden pembantaian terhadap karyawan PT. Istaka Karya pada (2/12) sudah mulai kembali ke kampung dan menjalani kehidupan sosial dan ekonomi secara normal.

  Dikatakan, warga yang mengungsi tersebit diamankan oleh aparat TNI-Polri dan mendapatkan bantuan sembako dan layanan kesehatan baik dari aparat keamanan maupun dari pemda setempat.

  “KKSB  ini selalu memutar balikkan fakta, dibuat seakan-akan TNI adalah pelaku penjahat kemanusiaan. Mereka membuat opini bahwa yang dibantai di Distrik Yigi pada bulan Desember tahun lalu adalah anggota TNI yang menyamar, tapi nyatanya media bisa melihat langsung korban dikembalikan ke keluarga semuanya adalah warga sipil,” paparnya

  Lanjutnya, pembangunan infrastruktur di Nduga adalah salah satu program strategis Nasional, sama halnya dengan program-program lainnya di seluruh Indonesia. Pembangunan ini bertujuan untuk membuka isolasi daerah, meningkatkan kesejahteraan rakyat, guna menjamin keadilan sosial menyentuh sampai ke lapisan masyarakat hingga ke pedalaman. 

  Selain itu, pembangunan merupakan wujud kehadiran negara di seluruh wilayah kedaulatan NKRI. Namun sebagaimana kita ketahui semua bahwa di Papua ancaman keamanan masih sangat tinggi.

  “Masih ada saudara kita yang mempersenjatai diri secara ilegal dan melakukan serangkaian tindakan kekerasan dan merongrong kedaulatan negara, termasuk menggangu proses pembangunan di Papua. Itulah sebabnya proses pembangunan tersebut harus diamankan oleh prajurit TNI,” pungkasnya. (fia/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

ABR Kembali Pimpin Golkar Kota Jayapura, Target Pertahankan Palu DPRK

Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi Partai Golkar untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menegaskan target…

1 hour ago

Di Jayapura, Ribuan Masyarakat Antusias Hadiri Diskusi Publik Tentang PSN

Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo, Kepala Komnas HAM Papua…

5 hours ago

Bom Peninggalan Perang Meledak, Lima Orang Tewas

Menurut warga, kekuatan ledakan yang terjadi di pinggiran pantai ini terbilang sangat masif. Detik-detik mencekam…

11 hours ago

Pemkot Jayapura Raih Opini WTP ke-13 Kali dari BPK RI

Pemerintah Kota Jayapura kembali mencatatkan prestasi membanggakan dalam pengelolaan keuangan daerah dengan meraih Opini Wajar…

12 hours ago

BTM: Amankan Pemain Muda

Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano meminta kepada manajer klub Owen Rahadiyan untuk segera…

13 hours ago

Pipa Induk Patah Akibat Longsor, Distribusi Air PT AMJ Macet

Akibat kerusakan itu, pelayanan air bersih di Distrik Jayapura Utara, Jayapura Selatan dan Abepura terdampak…

14 hours ago