Sementara kampung tidak memiliki angkutan evakuasi warga. Di dalam anggaran dana desa yang diterima itu juga, kata dia, ada untuk program ketahanan pangan, BLT bagi masyarakat, pembangunan jalan kampung dan sebagainya. Sehingga jika dilakukan refocusing maka akan ada sejumlah program yang tidak dapat dilaksanakan.
‘’Kalau toh, tetap ada pemangkasan, berarti ada program yang harus dikorbankan, dalam arti tidak dapat dilaksanakan,’’ katanya.
Kepala Kampung Jagebob Raya Muriyanto menjelaskan hal yang sama. Menurut dia, dana desa yang bersumber dari APBN yang diterima Kampung Jagebob Raya tahun 2025 ini sebesar Rp 1,1 miliar.
‘’Seluruh dana itu sudah kami alokasikan dalam program-program prioritas di kampung, mulai program ketahanan pangan, BLT, pembangunan jalan di kampung dan berbagai program prioritas lainnya. Tapi kalau tetap harus dipangkas maka mau tidak mau kita akan melakukan penyesuaian lain tentunya ada program yang tidak bisa kita laksanakan karena anggarannya dipangkas,’’ tambahnya. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Aiptu Yunus Maturutty menjelaskan, awalnya pelaku diduga melakukan persetubuhan atau rudakpaksa terhadap korban sesuai laporan…
Plt Direktur RSUD Jayapura, Andreas Pekey mengatakan, kasus terbaru terjadi pada 16 Desember 2025.…
Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze mengatakan belum mendapatkan data terakhir sudah berapa sekolah yang telah…
Ardhiana mengatakan, keempat ekor burung tersebut diangkut secara ilegal dan tidak diketahui identitas pemiliknya. Ia…
Pengelola APMS Putra Baliem Mandiri Magi Pasaribu menegaskan putusan hukum tertinggi itu bersifat final dan…
Kota Jayapura jadi penyelenggara setelah mendapat kepercayaan dari The Japan Foundation Jakarta. Dalam festival…