Rakianus Samkakai, mewakili para orang tua peserta dan masyarakat Merauke memberikan apresiasi atas dilaksanakannya Festival Bahasa Ibu ini. Iapun berharap, Mahasa Marind sebagai Bahasa Ibu di Kabupaten Merauke dapat masuk ke dalam muatan lokal di sekolah-sekolah sebagai bagian dari melestarikan Bahasa Ibu.
‘’Kalau Bahasa Ibu hilang, maka kita juga akan kehilangan jati diri sebagai orang Marind. Mari kita lestarikan Bahasa Ibu lewat kegiatan seperti ini dan lebih penting lagi bisa masuk mejadi muatan lokal di sekolah-sekolah,’’ pungkasnya. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Penilaian itu disampaikan PAHAM Papua menyusul laporan polisi yang didaftarkan Mama Yasinta di Polda Metro…
Bagi masyarakat Kamoro, Karapao bukan sekadar selebrasi visual. Ini adalah poros warisan leluhur yang melilitkan…
Pemerintah Distrik Sentani terus bergerak melaksanakan program relokasi dan penataan ulang Pasar Lama Sentani, sebuah…
Menurutnya kejadian ini bermula saat beberapa warga sedang mencari ikan di sekitar Kali Ariyau sekitar…
Sengketa pergantian kepala kampung antara asosiasi 328 kampung dengan Pemkab Jayawijaya memasuki tahap akhir. Ya,…
Guna menjaga situasi kamtibmas yang ada di wilayah Kota Wamena, Polres Jayawijaya kembali melakukan razia…