

Salah satu peserta Festival Bahasa Ibu saat tampil bercerita dengan menggunakan Bahasa Marind, Rabu (2/10). (foto:Sulo/Cepos)
MERAUKE – Dalam rangka melestarikan Bahasa Ibu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke menggelar Festival di Aula Kanol Sai LPP RRI Merauke, Rabu (1/10).
Wakil Bupati Merauke Fauzun Nihayah mengatakan, festival ini tidak hanya sekadar kompetisi tapi Bahas Ibu adalah warisan budaya yang harus jaga dijaga dengan baik. Tidak hanya sekadar sebagai alat komunikasi, tapi Bahasa Ibu sebagai warisan leluhur yang memang harus dikembangkan.
‘’Kita semua tahu, di Merauke berbagai budaya dan adat istiadat yang memiliki ciri khas. Masing-masing memiliki kelebihan luar biasa,’’ jelasnya.
Festival ini, lanjut Fauzun Nihayah menjadi bagian dari komitmen bagaimana kita terus melestarikan Bahasa Ibu. Bahasa Ibu sebagai warisan budaya yang harus dijaga dengan baik, jangan sampai punah. Iapun meminta agar festival yang sama di tahun depan, pesertanya bisa lebih banyak lagi.
‘’Festival ini juga menjadi bagian literasi kita. Mungkin anak-anak kita sudah banyak yang lupa atau tidak lagi bertutur dengan Bahasa Ibu, sekaligus memberikan motivasi bagi kita semua untuk kita terus melestarikan Bahasa Ibu yang ada di Kabupaten Merauke,’’ tandasnya.
Page: 1 2
Ia juga meminta para kepala daerah untuk turun langsung ke lapangan apabila terjadi bencana. Menurutnya,…
Hasil ini mengukuhkan Persido Dogiyai sebagai juara Grup A dengan koleksi 7 poin, sementara Persemi…
Terkait ini Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP)…
Berdasarkan keterangan medis, luka tembak masuk dari bawah telinga kanan dan keluar di bagian bawah…
Fakta ini menunjukkan bahwa korupsi kepala daerah bukan persoalan yang terjadi di satu wilayah tertentu…
"Kita memiliki karunia besar dari yang Mahakuasa, bahwa kita nanti mampu. Kebutuhan BBM kita bukan…