

Petugas Lapas Merauke saat melakukan pemeriksaan terhadap keluarga dari narapidana Lapas Merauke yang melakukan kunjungan ke Lapas Merauke, Selasa, (2/8), kemarin. (FOTO:Sulo/Cepos )
MERAUKE-Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Merauke kembali membuka kunjungan keluarga bagi warga binaan Lapas Klas IIB Merauke. Kunjungan ini dibuka kembali setelah kasus Covid-19 dianggap mereda meski di sejumlah daerah di Indonesia kasus Covid-19 mulai meningkat lagi.
Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Lapas Merauke, Bekti Utomo, S.Sos, mengungkapkan, kunjungan di Lapas Merauke ini dibuka kembali sesuai Surat Edaran Dirjen Pemasyarakatan Nomor Pas-12.HH.01.02 tahun 2022 tentang penyesuaian mekanisme terhadap layanan kunjungan secara tatap muka dan pembinaan yang melibatkan pihak luar.
Namun bagi masyarakat atau keluarga yang akan melakukan kunjungan ini wajib menunjukan bukti telah vaksin Covid minimal 2 kali atau menunjukan negatif hasil swan antigen. Sementara bagi masyarakat yang tidak dapat vaksin dengan alasan tertentu berdasarkan keterangan dokter, maka tatap muka dengan warga binaan Lapas Merauke baik tahanan maupun narapidana secara virtual.
Namun kunjungan dari masyarakat atau keluarga dari tahanan maupun narapidana tersebut dilakukan masih terbatas. Artinya dilakukan pembagian waktu. Untuk keluarga narapidana atau masyarakat umum yang akan berkunjung maka diberikan waktu Senin, Rabu dan Jumat, mulai pukul 09.00-12.00 WIT.
Sedangkan untuk tahanan diberikan waktu berkunjung bagi keluarga atau masyarakat umum, Selasa dan Kamis dengan waktu yang sama mulai pukul 09.00-12.00 WIT.
Bekti Utomo menambahkan bahwa kunjungan ke Lapas Merauke ini sudah dimulai sejak 18 Juli 2022 lalu sampai sekarang. (ulo/tho)
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…
Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…
Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…
Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…
Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…