

Lakalantas yang terjadi di Jalan Trans Papua, tepatnya di jalur antara Kampung Warbo (Arso VII) menuju Kampung Sanggaria (Arso I), Distrik Arso Barat, Jumat (24/7). (foto:Istimewa)
KEEROM – Dua jenazah tanpa identitas korban kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Keerom telah dibawa pulang oleh pihak keluarga dari RSUD Kwaingga pada Sabtu (25/7). Kedua jenazah tersebut merupakan warga Kota Jayapura.
Polres Keerom sebelumnya sempat mengeluarkan pemberitahuan mengenai dua jenazah tanpa identitas tersebut. Agar pihak keluarga bisa melihat dan menjemput jenazah di RSUD Kwaingga.
Keduanya merupakan korban lakalantas Pada Jumat (24/7) di Jalan Trans Papua, tepatnya di jalur antara Kampung Warbo (Arso VII) menuju Kampung Sanggaria (Arso I), Distrik Arso Barat.
“Jenazah sepetinya sudah dibawah oleh keluarga tadi malam (Sabtu malam-red),” ungkap Kapolres Keerom AKBP Astoto Budi Rahmantyo melalui Kasat Lantas Iptu Fanny Krebru, Minggu (26/7).
Kasat Lantas menjelaskan musibah ini bermula ketika sepeda motor Honda Beat yang dikendarai kedua korban melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Arso VII menuju Arso I.
Setibanya di lokasi kejadian, pengendara sepeda motor berniat mendahului sebuah mobil Toyota Avanza warna silver yang juga tengah melaju kencang di depannya.
Sayangnya, pada saat yang bersamaan, meluncur rombongan Bus Damri warna biru dari arah berlawanan. Pengendara sepeda motor yang terkejut panik dan berupaya keras untuk kembali masuk ke jalurnya.
Page: 1 2
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…