Menurutnya, perayaan berlebihan sering kali memicu tindakan yang merugikan diri sendiri dan orang lain, terutama jika melibatkan konsumsi minuman keras.
“Misalnya, menonton sambil minum minuman keras lalu melakukan pawai. Hal ini rentan memicu pertengkaran, apalagi jika ada perbedaan tim yang didukung. Masalahnya bisa meluas ke mana-mana,” jelasnya.
Para pelajar juga diingatkan agar tidak membolos atau melalaikan tugas dari guru hanya karena begadang menonton pertandingan sepak bola.
Orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu berharap hiburan dari Piala Dunia ini justru dapat meningkatkan semangat kerja dan belajar, bukan sebaliknya.
“Semua pihak memiliki tanggung jawab. Jadilah pendukung tim Piala Dunia yang bertanggung jawab. Kita boleh bergembira dan bereuforia, tetapi harus tetap bertanggung jawab pada diri sendiri, keluarga, dan masyarakat,” pungkasnya. (eri/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI atas Laporan…
Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Rocky Bebena, menjelaskan bahwa penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk…
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Papua. Dua siswa SMAN 4 Jayapura, Hetson Mesi Sirait (XI…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, mengatakan insiden itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIT. Berdasarkan informasi…
Pemerintah Kabupaten Keerom terus intens memberdayakan ekonomi masyarakat, khususnya kaum perempuan. Melalui Dinas Perindustrian, Tenaga…
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan sekaligus mendorong…