Menurutnya, perayaan berlebihan sering kali memicu tindakan yang merugikan diri sendiri dan orang lain, terutama jika melibatkan konsumsi minuman keras.
“Misalnya, menonton sambil minum minuman keras lalu melakukan pawai. Hal ini rentan memicu pertengkaran, apalagi jika ada perbedaan tim yang didukung. Masalahnya bisa meluas ke mana-mana,” jelasnya.
Para pelajar juga diingatkan agar tidak membolos atau melalaikan tugas dari guru hanya karena begadang menonton pertandingan sepak bola.
Orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu berharap hiburan dari Piala Dunia ini justru dapat meningkatkan semangat kerja dan belajar, bukan sebaliknya.
“Semua pihak memiliki tanggung jawab. Jadilah pendukung tim Piala Dunia yang bertanggung jawab. Kita boleh bergembira dan bereuforia, tetapi harus tetap bertanggung jawab pada diri sendiri, keluarga, dan masyarakat,” pungkasnya. (eri/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Angka tersebut jauh lebih sedikit dibangdingkan musim lalu yang mencapai 35 pemain dalam satu musim.…
Selain sebagai pusat pemerintahan, posisi strategis Jayapura membuat berbagai aksi yang digelar di kota ini…
Berangkat dari keprihatinan melihat anak-anak muda yang tumbuh di tengah lingkungan yang lekat dengan minuman…
Dalam aksinya, kelompok ini mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk mengusut secara tuntas insiden…
Puluhan siswa PAUD, Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di Distrik Depapre Kabupaten Jayapura diduga…
Langkah tegas ini disampaikan Ali Kabiay untuk meluruskan kesalahpahaman publik terkait kehadiran massa BMP RI…