Categories: BERITA UTAMA

Salah Jika Menganggap Demo Identik dengan Gangguan Keamanan

Jangan Selalu Liburkan Sekolah Jika Ada Demonstrasi

JAYAPURA- Saat ini jika dicermati terkait banyaknya aksi demo di Kota Jayapura terkadang mengambil lokasi di Lingkaran Abepura ataupun di jantung Kota Jayapura. Hal ini tak lepas dari Kota Jayapura yang menjadi barometer bagi Papua sehingga menjadi panggung besar bagi para demonstran.

Akademisi Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Uncen, Yakobus Richard

Selain sebagai pusat pemerintahan, posisi strategis Jayapura membuat berbagai aksi yang digelar di kota ini lebih mudah mendapatkan perhatian publik dan media massa. Akademisi Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Cenderawasih, Yakobus Richard, mengatakan posisi Kota Jayapura memiliki nilai strategis dalam komunikasi politik, meski Papua kini telah mengalami pemekaran dan terbentuknya sejumlah daerah otonomi baru (DOB).

“Kalau kita tarik ke belakang, sebelum ada pemekaran, selama ini Kota Jayapura sebagai ibu kota provinsi juga menjadi barometer pembangunan politik,” kata Yakobus, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Selasa (4/8). Menurutnya, Jayapura masih memiliki daya tarik kuat sebagai lokasi penyampaian aspirasi karena informasi yang disampaikan melalui aksi di kota ini lebih mudah menjangkau publik.

Terlebih, perhatian media massa terhadap aksi di Jayapura dinilai masih cukup besar dibandingkan aksi yang berlangsung di daerah lain di Papua. Ia menilai aksi demonstrasi yang digelar di Jayapura tidak semata-mata ditujukan kepada masyarakat Kota Jayapura. Ada pesan lebih luas yang ingin disampaikan kepada publik, termasuk masyarakat di luar Papua, melalui pemberitaan media.

“Saya yakin aksi demo yang mereka lakukan tidak hanya sasaran penyampaian informasinya khusus kepada warga Kota Jayapura, namun pesan ini mau disampaikan kepada masyarakat yang ada di kota ini dan terutama juga untuk mendapatkan perhatian dari media massa,” ujarnya.

Dikatakan, posisi Jayapura sebagai pusat pemerintahan Provinsi Papua juga menjadi salah satu faktor pendukung. Berbagai aktivitas pemerintahan dari Papua maupun daerah lain di tanah Papua masih banyak berlangsung di kota tersebut. “Tidak hanya aktivitas pemerintahan dari Provinsi Papua induk, sampai saat ini beberapa pemerintah provinsi dari daerah lain juga kadang datang ke Papua induk untuk melakukan berbagai macam kegiatan,” jelasnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Pejabat Lama Pensiun, Bupati Tunjuk Adam Umar Plt. Asisten II

Penunjukan  Asisten yang membidangi perekonomian dan pembangunan ini dilakukan oleh Bupati Markus Mansnembra setelah pejabat…

2 hours ago

Jelang TC di Boyolali, Persipura Jalani Medical Check Up di Surabaya

Dokter Tim Persipura, Benny Surapatty, menjelaskan bahwa MCU ini wajib dilakukan untuk memastikan kondisi fisik…

4 hours ago

Disambut Antusias, Lomba Gerak Jalan Tingkat SMP Diikuti 66 Regu

Lomba gerak jalan menyambut semarah Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kabupaten…

5 hours ago

Pemkab Tolikara Gelar Advokasi dan Sosialisasi Pemenuhan Hak Anak, Dorong Terwujudnya Kabupaten Layak Anak

Pemerintah Kabupaten Tolikara melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) menggelar Kegiatan Advokasi dan…

10 hours ago

Realisasi APBD Papua Baru 36 Persen

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua, L. Christian Sohilait mengatakan, realisasi anggaran sebesar 36 persen tersebut…

11 hours ago

Persipura Hanya Butuh 30 Pemain

Angka tersebut jauh lebih sedikit dibangdingkan musim lalu yang mencapai 35 pemain dalam satu musim.…

12 hours ago