Sementara itu, Bupati Keerom, Piter Gusbager, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BWS Papua sebagai mitra penting dalam pengelolaan air di wilayahnya.
“Keberhasilan pembangunan di suatu daerah seperti Keerom ini sangat ditentukan oleh keberhasilan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) atau pengelolaan air,” ucap Bupati Piter.
Bupati dua periode itu menjelaskan bahwa penandatanganan MoU pembayaran PSDH dan DR adalah persyaratan awal untuk menuntaskan tahapan pembangunan kolam retensi 150 hektar tersebut.
“Kawasan ini sebelumnya adalah Hutan Produksi Konversi (HPK) yang telah diserahkan oleh Menteri Kehutanan kepada Bupati Keerom untuk digunakan menjadi kolam retensi. Saya sampaikan bahwa tujuan pembangunan ini bukan investasi yang mencari keuntungan (profit), tetapi murni untuk pengelolaan air,” jelasnya.
Orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu menekankan bahwa tujuan utama kolam retensi ini adalah memastikan Keerom terhindar dari banjir saat musim hujan dan memiliki cadangan air saat musim kering. Ia menyebutkan bahwa beberapa tahun terakhir Keerom sering dilanda banjir, namun kini kondisi masyarakat sudah lebih baik. (eri/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Ketua Bapemperda DPR Kota Jayapura, Ismail Bepa Ladopurab, menilai materi sosialisasi Perda RTRW yang…
Ketua Komisi B DPR Kota Jayapura, Yuli Rahman, menyambut baik dibukanya ruang sosialisasi perdana…
Hingga 21 Juli 2026, realisasi penerimaan retribusi sampah rumah tangga di Kota Jayapura baru…
Pihak keluarga mendesak untuk segera disampaikan karena pihak keluarga tidak menerima jika tindakan TPNPB OPM…
Konsep pasar terapung yang memanfaatkan perahu-perahu sebagai lapak jualan menghadirkan suasana berbeda dibandingkan pasar…
Amuk massa yang tak terkendali tidak hanya membuat KD meninggal dunia di lokasi kejadian akibat…