

Bupati Piter Gusbager saat menyerahkan bantuan hand traktor kepada para kelompok tani di Kampung Sanggari, Arso I, Selasa (7/5).(foto:Eryck / Cepos)
KEEROM – Bupati Keerom, Piter Gusbager melakukan kunjungan kerja dan bertatap muka dengan para petani di Kampung Sanggaria, Arso I, Distrik Arso Barat, Selasa (7/5).
Dalam kunker kali ini, orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu membuka dialog dengan para petani dan pemuda yang ada di Kampung Sanggaria.
Bupati Gusbager juga menyerahkan bantuan alat pertanian seperti 6 unit hand traktor, pupuk, bibit jagung mesin pengering jagung dan mesin pemipil jagung. Juga menyerahkan satu unit kendaaran mobil untuk Masjid Fisabilillah Sanggaria.
Dengan bantuan mobil tersebut, Bupati Gusbager telah menyerahkan 2 unit kendaraan mobil di Kampung Sanggaria yang diserahkan sebelumnya ke salah satu gereja.
Bupati Gusbager juga menyerahkan sarana prasarana olahraga kepada para pemuda di Kampung Sanggaria.
“Semua ini kita lakukan untuk mendorong produksi pertanian jauh lebih baik di Kampung Sanggaria. Saya berharap ke depan masih ada bantuan-bantuan yang akan datang ke kampung Sanggaria Arso I,” ungkap Bupati Gusbager.
Sementara itu untuk bantuan kendaraan, diharapkan bisa memajukan ekonomi umat. Dia juga berharap, masyarakat Kampung Sanggaria bisa bersatu membangun kampung. Apalagi menurutnya, Kampung Sanggaria atau Arso I merupakan wilayah transmigrasi pertama di Kabupaten Keerom. (eri/ary)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…