Orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu berharap masyarakat setempat dapat menjaga dan memanfaatkan sarana yang ada secara maksimal. Menurutnya, laboratorium ini tidak hanya diperuntukkan bagi warga Keerom, tetapi terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar teknik penanaman jagung. Alumnus The University of Melbourne, Australia itu menegaskan pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan untuk memastikan fasilitas ini tetap beroperasi.
“Saya sangat berkomitmen untuk menjaga aset ini, dan saya akan berusaha untuk menganggarkan lagi pada akhir tahun nanti,” pungkasnya. (eri/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Tanah adat bukan sekadar sebidang lahan. Bagi masyarakat adat, tanah merupakan warisan, identitas, sekaligus aset…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Narkoba Iptu Jan Benyamin Saragih,SH ketika di konfirmasi membenarkan adanya temuan…
Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan tiga orang berinisial DIR (40), SA (41) dan A (29).…
Plt. Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jayawijaya Narson Wetipo, S.Th menyatakan meskipun banyak OPD -OPD…
Koordinasi tersebut dilakukan dalam Rapat Kesiapsiagaan dan Penanggulangan Karhutla di Kabupaten Jayapura dengan telah melakukan…
Tahap pengelapan dan pelapisan aspal ini menjadi sinyal positif bagi masyarakat Kota Jayapura yang telah…