Orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu berharap masyarakat setempat dapat menjaga dan memanfaatkan sarana yang ada secara maksimal. Menurutnya, laboratorium ini tidak hanya diperuntukkan bagi warga Keerom, tetapi terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar teknik penanaman jagung. Alumnus The University of Melbourne, Australia itu menegaskan pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan untuk memastikan fasilitas ini tetap beroperasi.
“Saya sangat berkomitmen untuk menjaga aset ini, dan saya akan berusaha untuk menganggarkan lagi pada akhir tahun nanti,” pungkasnya. (eri/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Dalam putusannya, Komite Banding PSSI menguatkan keputusan Komite Disiplin PSSI sebelumnya, namun dengan perubahan bentuk…
Enam langkah itu meliputi pelaksanaan operasi pasar murah secara berkala untuk menjaga keterjangkauan harga, inspeksi…
Pertemuan berlangsung penuh harapan dan suasana emosional, karena para tenaga K2 asli Port Numbay merasa…
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan penolakan tegas terhadap draft Rancangan Undang-Undang Hak…
Terobosan baru yang dihadirkan Pemerintah Kota Jayapura melalui Disdukcapil bekerja sama dengan Pengadilan Negeri (PN)…
Menurut Abisai Rollo, keberadaan para Ondoafi memiliki posisi yang sangat penting karena mereka merupakan pemilik…