Orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu berharap masyarakat setempat dapat menjaga dan memanfaatkan sarana yang ada secara maksimal. Menurutnya, laboratorium ini tidak hanya diperuntukkan bagi warga Keerom, tetapi terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar teknik penanaman jagung. Alumnus The University of Melbourne, Australia itu menegaskan pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan untuk memastikan fasilitas ini tetap beroperasi.
“Saya sangat berkomitmen untuk menjaga aset ini, dan saya akan berusaha untuk menganggarkan lagi pada akhir tahun nanti,” pungkasnya. (eri/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Menurut Anthon, penetapan tersangka yang dilakukan setelah penggeledahan dan kemudian dilanjutkan dengan pelimpahan berkas perkara…
Dari rekaman suara selama 13,56 menit yang tersebar terdengar jelas jika Wesley nampak ikut berduka…
Ada sejumlah rute dan salah satunya menuju Mamberamo Raya. Ya jika hanya mengandalkan pesawat tentu…
Paru-paru basah atau pneumonia merupakan infeksi pada jaringan paru-paru yang menyebabkan kantung udara terisi cairan…
Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan lebat selama beberapa hari yang dipicu Topan Maysak mengakibatkan banjir…
Puskesmas Rimba Jaya yang berlokasi di Lepro, Kelurahan Rimba Jaya, Merauke, berada dalam satu kawasan…