Categories: BIAK

Ada Puluhan Rumpon yang Dibuat oleh Pelaku Illegal Fishing

BIAK – Penangkapan kapal ilegal Fishing yang dilakukan oleh PSDKP Pusat bekerjasama dengan PSDKP Biak Numfor dipimpin langsung oleh  Direktur Jenderal PSDKP, Pung Nimbrot KoNugroho Saksono (Ipunk), pada Jumat (9/5) lalu cukup menarik perhatian.

Dikabarkan para ABK dalam menjalankan misinya ini telah disuplai langsung oleh rumpon-rumpon yang mereka bangun di atas laut pasifik wilayah perairan Indonesia, di bagian utara Pulau Biak.

Bersumber dari laporan kelompok masyarakat nelayan yang juga sering beroperasi di sekitar perairan itu mengaku sangat geram dengan kelakuan kapal illegal fishing ini, dengan berbekal dua kapal besi, dan peralatan tangkap yang melanggar ketentuan mengakibatkan sumber daya alam laut berkepanjangan akan mengalami gangguan.

Dirjen PSDKP Ipung mengatakan, sekali hambur jaring Purse Seine itu mampu mengisi hingga tangki-tangki berkapasitas 10 ton. Irionisnya kapal-kapal ini mengangkut seluruh hasil tangkap termasuk ikan-ikan tuna yang masih baby tuna, seukuran lengan orang dewasa yang diperkirakan masih mampu berkembang biak. Ini tentunya mengancam sumber daya alam dan mata pencaharian masyarakat asli nelayan yang ada di Biak dan Supiori tentunya.

“Informasinya masih ada puluhan (rumpon red) itu yang mereka pakai untuk menjaring ikan di wilayah perairan kita,” ujar Ipung.

Warga Kampung yang juga masyarakat Nelayan Kampung Samau sangat geram dengan aksi illegal fishing ini, hal ini sangat berdampak pada hasil nelayan tangkap tradisional di wilayah perairan tersebut.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Buruknya Tata Kelola, Pemanfaatan Aset Pemprov Tak Optimal

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengatakan, PT Irian Bhakti Mandiri memiliki aset bernilai besar yang…

7 hours ago

Gelombang Tinggi Mengancam Perairan Utara Papua

Peringatan tinggi gelombang tersebut muncul di perairan utara Papua dikarenakan beberapa hari terakhir terpantau signifikan.…

7 hours ago

Jika Papua Utara Jadi, Suka Tidak Suka Harus Diterima

Provinsi baru ini nantinya akan membawahi wilayah adat Saireri, yang mencakup lima kabupaten yaitu; Biak…

8 hours ago

TP3C dan Staf Khusus Diharap Beri Masukan Objektif ke Gubernur

Pelantikan tersebut dilaksanakan setelah tiga bulan masa pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua pasca dilantik…

8 hours ago

Komisi X DPR Dorong Perluasan Akses dan Lokasi Sekolah Rakyat di Papua

“Banyak anak di Papua menghadapi hambatan, bukan hanya soal jarak sekolah, tetapi kondisi ekonomi keluarga.…

9 hours ago

Sosok Polisi Bhabinkamtimas yang Jadi “Lentera” di Kampung Terapung

Mesin menderu pelan, membelah air tenang menuju Kampung Enggros, sebuah pemukiman unik yang berdiri di…

9 hours ago