

Masyarakat nelayan Pulau Samberpasi, Padaido saat menyatakan keluhannya bersama Cenderawasih Pos, Jumat (9/8). Didampingi Mananwir Bin Byak Mama Mintje Yawan. (foto:Ismail/Cenderawasih Pos)
Beberapa Kali Warga Padaido Menemukan Aktifitas Kapal Pakai Pukat Jaring
BIAK-Aktivitas kapal-kapal ikan yang berukuran besar, yang mengeruk hasil perikanan di Biak, dikeluhkan oleh warga masyarakat nelayan. Dikabarkan, dari aktivitas penangkapan ikan oleh kapal-kapal besar itu, mengurangi hasil tangkap dari nelayan-nelayan lokal, terlebih harga yang dijual ke pasar terlampau murah, membuat hasil tangkapan masyarakat nelayan lebih banyak kembali atau tak terjual habis di pasar.
Hal itu dikatakan oleh Ketua Kelompok Nelayan di Pulau Samberpasi Willem Yarangga, ditemui di Biak, Jumat (9/8).
Kata Willem, nelayan-nelayan tradisional diwilayah kepulauan Padaido dan Aimando kewalahan mencari ikan, dan menjualnya ke pasar, karena aktivitas kapal-kapal ikan menggunakan pukat atau jaring yang besar, ikan-ikan kecil yang belum layak untuk dijual pun dibawa ke pasar.
“Mereka (ikan-ikan kecil, red) masih butuh waktu untuk tumbuh, tapi karena ditangkap menggunakan jaring dan pukat besar mereka dibawa saja ke Pasar Ikan. Mereka jual juga disana, dan karena jualnya murah kita kadang punya tidak habis terjual, kita bawa pulang lagi,” sedih Bapa Willem Yarangga.
Diakuinya, beberapa kali dari warga kelompok nelayan yang lain menangkap basah aktivitas kapal-kapal ikan itu, berada di dekat pulau-pulau di wilayah Distrik Kepulauan Padaido dan Aimando. Alasannya untuk berteduh dari angin, namun ada terpasang pukat jaring membentang di bawah kapal.
“Saya sendiri tegur sudah dua kali, lihat langsung, alasannya berlindung di pesisir pulau. Masyarakat di Samberpasi dukung saya,” terang Willem.
Page: 1 2
Terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ini, Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menegaskan bahwa…
Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Sunandar Pramono, SH, MH mengatakan dari 9 terdakwa kasus korupsi dana…
Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu…
Gubernur Apolo menjelaskan, dalam rangka kunjungan tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua…
Menurut Emanuel Gobay, yang juga anggota Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua,…
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua…