Categories: BIAK

Operasi Pencarian Korban Ledakan Eks Bom Perang Dunia II Dihentikan

BIAK-Pencarian terhadap korban tiga korban yang dinyatakan hilang dalam insiden ledakan bom eks peninggalan Perang Dunia II, di Fandoi, Biak, dihentikan, Senin (8/6) sore. Penghentian operasi ini dilakukan setelah berlangsung selama 9 hari pasca ledaka dan tidak ada tanda-tanda akan ada perkembangan baru.

Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan didampingi sejumah pimpinan intitusi terkait saat memberikan keterangan pers terkait penghentian operasi pencarian korban insiden ledakan bom eks perang dunia II, di Fandoy, Senin (8/6) sore. (FOTO : FIKTOR PALEMBANGAN/CENDERAWASIH POS)

Dengan penghentian itu, maka 6 korban yang dinyatakan meninggal akibat insiden itu, sementara 3 orang lainnya dinyatakan hilang. Namun, keseluruhan tim SAR dan gabungan berhasil memngumpulkan 94 serpihan potongan tubuh manusia. Sementara tim DVI Polda Papua juga telah mengambil 10 sampel DNA yang selanjutnya dikirim ke Mabes Polri, untuk dicocokan dengan DNA ketiga korban yang hilang.

“Sebanyak 94 serpihan potongan manusia ini kami kumpul telah diserahkan ke tim DVI dan identifikasi. Kita tidak tahu apakah itu yang tiga orang, tapi secara procedural dilakukan identifikasi, kami hanya menyerahkan serpihan potongan tubuh yang dikumpul setiap hari selama operasi berlangsung,” kata Andarias, Koordinator Operasi Barasarnas Biak kepada Cenderawasih Pos, kemarin.

Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan dalam keterangan persnya mengatakan, bahwa penutupan operasi pencarian dilakukan setelah tanda-tanda untuk ada perkembangan baru sudah tidak ada. Dengan penutupan itu, maka sudah tidak ada kegiatan operasi lagi di TKP dimana terjadinya insiden ledakan bom peninggalan perang dunia II.

“Setelah berlangsung 9 hari, kami putuskan operasi pencarian dihentikan. Ini karena sudah tidak ada tanda-tanda baru, sambil melihat kalau memang ada perkembangan baru,” ujar Kapolres didampingi pimpinan institusi saat memberikan keterangan pers, Senin sore.

Menurutnya, saat ini pihaknya menunggu hasil dari sampel yang diambil oleh tim DVI yang di bawa ke Puslafbor Mabes Polri. “Kita tunggu hasilnya, sampel-sampel dari serpihan tubuh manusia yang diambil selama operasi ini yang dibawa diperiksa,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan,terkait dengan ledakan eks bom peninggalan Perang Dunia II, pihaknya saat ini telah memeriksa atau memintai keterangan 28 saksi.  Sekedar diketahui, seperti yang diberitakan sebelumnya, secara keseluruhan jumlah penggungsi korban insiden ledakan bom ini mencapai 113 orang. Jumlah sebanyak itu ditampung oleh Pemerintah Kabupaten Biak Numfor di dua lokasi berbeda, 58 orang ditampung di Aula Satpol PP dan 55 lainnya ditampung di Hotel Mapia.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

8 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

16 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

17 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

19 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

20 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

21 hours ago