Categories: BERITA UTAMA

Disandera, Dipaksa Dukung OPM Lalu Dihabisi

Seorang Sopir Tewas Dibakar Bersama Mobilnya

JAYAPURA – Eskalasi kekerasan bersenjata di wilayah pegunungan belum berhenti. Setelah sebelumnya 3 ASN dihabisi oleh Kelompok Kriminal Bersenjata di Muliama, Wamena, insiden lain kembali terjadi. Hanya seminggu setelah insiden di Muliama. Kini Seorang sopir lajuran bernama Aris Sanda menambah panjang daftar korban.

Ia ditemukan tewas dengan kondisi terbakar bersama mobilnya. Yang bikin heboh adalah, sebelum dieksekusi, ia sempat ditahan dan diminta memberikan statemen untuk memberikan dukungan kepada KKB atas perjuangan yang dilakukan selama ini. Dari video yang beredar ia dipaksa memegang bendera Bintang Kejora selanjutnya memberikan pendapatnya.

Di bawah tekanan Aris memberikan dukungan agar Papua bisa merdeka. Namun testimoni yang cukup panjang ini gagal menyelamatkan hidupnya. Ia dieksekusi di bagian kepala kemudian dibakar. Usai melakukan aksi ini, KKB lantas mempersilahkan aparat  untuk mendatangi lokasi guna membawa korban.

Personel Koops TNI Habema saat melakukan evakuasi terhadap korban, Aris Sanda yang tewas dalam kondisi terbakar di sekitar kawasan Danau Habema, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. (Foto: TNI HABEMA).

Aris sebelumnya membawa sejumlah penumpang namun di tengah jalan mobil double gardannya ini dihentikan dan seluruh penumpang yang berstatus orang asli Papua  disuruh turun. Hanya Aris yang dibawa menjauh dan disitulah ia dibunuh. Koops TNI Habema akhirnya menemukan mobil tersebut, Rabu (16/9). Kendaraan tersebut ditemukan dalam kondisi hangus terbakar bersama jenazah pengemudinya yang diketahui bernama Aris Sanda.

Aris diketahui sudah cukup lama tinggal di daerah pegunungan dan ia merasa wilayah ini sudah seperti tanah kelahirannya. Karenanya tak heran jika penumpang yang meminta untuk diantar merasa ikut bersalah atas insiden tersebut. Aris dikenal kerap membantu warga soal transportasi. Selain mengangkut penumpang lokal, ia juga mendistribusikan kebutuhan logistik masyarakat.

Panglima Koops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto memerintahkan jajarannya untuk segera melakukan evakuasi jenazah sesuai prosedur dengan tetap mengutamakan faktor keamanan serta penghormatan terhadap korban. “Kami ikut berduka, ia (Aris) sedang bekerja, membawa logistik dan melayani transportasi masyarakat Papua,” kata Riyanto.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Sandera yang Selamat Ternyata Sedang Hamil

Langkah ini menyusul keberhasilan evakuasi salah seorang korban selamat, Demerina Uamang (23), yang sempat diamankan…

7 hours ago

Konsep Dialog Kembali Didorong untuk Akhiri Konflik

Ketua HONAI, Pdt. Andrikus Mofu, menegaskan gereja tidak ingin masyarakat terus menjadi korban kekerasan, kehilangan…

8 hours ago

Demo Tolak MBG Serentak Disinyalir Terorganisir

Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…

10 hours ago

Kericuhan di Pelabuhan, KM Gunung Dempo Pilih Tunda Berlabuh

Saat kapal dalam perjalanan menuju  Jayapura, tiga penumpang ini diketahui merokok di dalam kapal, tepatnya…

11 hours ago

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

23 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

1 day ago