

Satgas Karhutla Kabupaten Teluk Wondama melakukan pemadaman titik api di Distrik Naikere, Teluk Wondama, Papua Barat. (ANTARA/HO-Jack Tonu Bala)
MANOKWARI – Pemerintah Provinsi Papua Barat telah meningkatkan status penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari siaga menjadi waspada sebagai langkah antisipasi, sekaligus memperkuat upaya mitigasi di daerah tersebut.
Kepala Dinas Kehutanan Papua Barat Jimmy Walter Susanto di Manokwari, Senin, mengatakan luas areal terdampak karhutla berdasarkan data pada aplikasi SiPongi+ (Sistem Pemantauan Karhutla) mencapai 3.317,56 hektare.
“Statusnya sudah ditingkatkan dari siaga ke waspada. Kabupaten Fakfak menjadi daerah dengan luasan karhutla paling banyak, sekitar 2.300 hektare lebih,” ujarnya.
Saat ini, kata dia, pemerintah provinsi telah membentuk satuan tugas (satgas) penanganan karhutla di Papua Barat yang terdiri dari sejumlah organisasi perangkat daerah, kementerian/lembaga terkait, serta TNI dan Polri.
Keberhasilan satgas dalam memitigasi perluasan dampak karhutla tidak terlepas dari dukungan seluruh elemen masyarakat, sehingga pelaksanaan edukasi dan sosialisasi terus ditingkatkan karena dampak kemarau belum berakhir.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama berperan aktif menjaga lingkungan serta mengantisipasi potensi karhutla di tengah kondisi cuaca saat ini,” ujar Jimmy.
Page: 1 2
Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk deteksi dini guna mengantisipasi maraknya upaya penyelundupan barang…
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., memberikan peringatan keras kepada seluruh aparat kelurahan…
Ketergantungan warga terhadap pertanian subsisten membuat kerusakan tanaman holtikultura berpotensi mengganggu ketersediaan pangan keluarga
Abisai mengatakan, Pemerintah Kota Jayapura saat ini masih melakukan berbagai upaya dan pembahasan terkait…
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Axel Panggabean mengatakan,…
Bupati menegaskan jika, mereka baru juga diangkat CASN masih ada langkah selanjutnya yang harus diikuti…