Categories: FEATURES

Partisipasi Meningkat, Jadi Sarana Promosi dan Penguatan Kapasitas Pelaku UMKM Sagu

Kakanwil Kemenkum Papua  Soal Pelaksanaan Festival Sagu di Kantor Gubernur

Festival Sagu yang digelar Pemerintah Provinsi Papua di halaman Kantor Gubernur, Jumat (24/4), menjadi ajang promosi sekaligus inovasi pangan lokal berbasis sagu. Tidak hanya menyajikan olahan tradisional seperti papeda, festival ini juga menghadirkan beragam produk kreatif seperti nastar sagu, ketapang sagu, teh sagu, hingga es krim.

Laporan: Jimianus Karlodi_Jayapura

Sebanyak 38 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terlibat dalam kegiatan yang diselenggarakan Pemprov Papua bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum Papua ini. Mayoritas pelaku usaha merupakan mama-mama asli Papua yang berasal dari berbagai daerah, seperti Asmat, Sorong Selatan, Yapen, Biak dan beberapa daerah lainnya.

Partisipasi pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dalam Festival Sagu yang diselenggarakan oleh Kementerian Hukum dan Pemprov Papua selama kurang lebih tiga hari di halaman kantor gubernur Papua menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Papua Papua Anthonius Ayorbaba mengaku, jumlah pelaku usaha yang terlibat dalam festival itu sebanyak 38 UMKM. Jumlah ini diketahui jauh lebih banyak dibanding sebelumnya.

Jika pada tahun sebelumnya sejak 2021, jumlah UMKM asli Papua yang terlibat dalam event serupa tidak pernah lebih dari 10 peserta. Namun di tahun ini jumlah UMKM sagu yang terlibat sebanyak 38 peserta.

“Untuk sagu saja itu 38 UMKM, booth atau tenda yang kita sediakan itu sebanyak 50 booth, selain sagukan ada juga yang menjual minuman, kopi dan layanan terintegrasi lainnya,” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos di Abepura, Senin (28/4).

Jumlah tersebut kata Ayorbaba menunjukkan tumbuhnya kesadaran pelaku usaha terhadap pengembangan produk lokal. UMKM yang terlibat tidak hanya berasal dari Jayapura, tetapi juga dari sejumlah daerah lain seperti Merauke, Kepulauan Yapen, dan wilayah lainnya. Secara keseluruhan dari jumlah tersebut, diketahui telah mendapat sertifikat secara simbolis kepada 16 UMKM dari kementerian hukum pada hari pertama festival. Sisanya diberikan di hari penutupan festival.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

10 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

18 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

19 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

21 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

22 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

23 hours ago