Categories: FEATURES

Sejak 1961 Menjadi Daerah yang Aman, Kini Masyarakat Kampung Juga Ikut Menyesal

Saat Sejumlah Tokoh Berbicara Tentang Distrik Anggruk yang Menjadi Daerah Pelayanan Keagamaan

Ketika guru dan tenaga kesehatan (Nakes) tidak lagi dipercaya untuk mencerdaskan anak bangsa serta memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat lantas siapa yang dipercaya untuk menangani permasalah itu?

Laporan : Jimi Karlodi – Jayapura

Distrik Anggruk masuk dalam wilayah Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan. tempat yang dahulunya terkenal aman, nyaman dan masyarakatnya hidup penuh dengan damai serta harmonis. Ini berlangsung sudah puluhan tahun, bahkan sejak tahun 1961 tak ada insiden yang menyayat hati di kampung ini.

Namun semua berubah pada 21 Maret 2025 lalu. Sebuah tindakan yang tak manusiawi dari sekelompok orang menodai tempat yang menjadi pelayanan gejerawi. Distrik ini kini menyimpan cerita kelam. Ada darah orang tak berdosa yang menetes. Ada darah para pengabdi yang harus dibayar disini. Bahkan ada nyawa yang harus direlakan dari nilai sebuah pengabdian tadi.

Ketika guru dan Nakes tidak lagi dipercaya untuk mencerdaskan anak bangsa serta memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat lantas siapa yang dipercaya untuk menangani permasalah itu? Distrik yang berada di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan itu akhir-akhir ini menjadi pusat perhatian semua masyarakat.

Banyak yang tidak tahu jika dahulunya Distrik Anggruk adalah wilayah Papua Pegunungan itu menjadi salah satu wilayah yang paling aman untuk dikunjungi. Terkenal dengan warganya yang ramah, sopan kepada siapun yang datang kewilayah itu disambut baik oleh masyarakat lokal.

Terbukti ketika Gereja mengabarkan Injil yang menghadirkan tindakan penyelamatan dan pembebasan dari keterbelakangan diwilayah itu, serta tenaga guru yang memberikan pendidikan terbaik kepada anak-anak dan mendapatkan pelayanan kesehatan prima dari tenaga kesehatan untuk masyarakat sekitar.

Page: 1 2 3 4 5

Juna Cepos

Recent Posts

Hari Kedua Pencarian, 4 Nelayan Hilang Kontak di Perairan Atuka Belum Ditemukan

Menggunakan Rigid Bouyancy Boat (RBB) 600 PK, tim menyisir perairan Puriri sejauh 11 mil laut…

16 hours ago

PNG Semakin Perberat Hukuman bagi Nelayan Indonesia

Rekianus mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Port Moresby…

17 hours ago

Kasus Penipuan Loker di Mimika, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mimika menetapkan satu orang tersangka dalam kasus dugaan penipuan lowongan…

18 hours ago

BNN Mimika: Tembakau Sintetis Marak di Kalangan Pelajar

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mimika mencatat tren penyalahgunaan narkotika kini marak menyasar kalangan pelajar…

19 hours ago

Kemenkes Gandeng Pemprov Papeg, Buka Layanan Jantung Hingga Kanker

Kerja sama tersebut melibatkan Kementerian Kesehatan, 14 rumah sakit rujukan nasional, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan,…

20 hours ago

Polisi Selidiki Kebakaran Rumah di Kelurahan Kelapa Lima

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 00.30 WIT. Piket Satreskrim menerima laporan mengenai terbakarnya rumah milik…

21 hours ago