Categories: MERAUKE

PNG Semakin Perberat Hukuman bagi Nelayan Indonesia

MERAUKE – Pemerintah Papua Nugini (PNG) semakin memperberat hukuman terhadap nelayan Indonesia yang terbukti melakukan penangkapan ikan secara ilegal di wilayah perairannya. Kebijakan tersebut menjadi peringatan serius bagi nelayan asal Kabupaten Merauke yang beraktivitas di wilayah perbatasan.

Kepala Badan Pengelola Perbatasan Kabupaten Merauke, Rekianus Samkakai, mengimbau seluruh nelayan agar tidak memasuki wilayah perairan Papua Nugini maupun Australia tanpa izin karena sanksi yang diterapkan saat ini jauh lebih berat dibandingkan sebelumnya.

Rekianus mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Port Moresby melalui staf konsuler, pengadilan di Papua Nugini telah menjatuhkan hukuman berat kepada sejumlah nelayan Indonesia yang ditangkap sepanjang tahun 2026 akibat melakukan penangkapan ikan secara ilegal.

“Hukuman yang dijatuhkan pengadilan di Papua Nugini saat ini sangat berat. Ada yang divonis empat tahun, tujuh tahun, sepuluh tahun, bahkan sampai dua puluh tahun penjara. Karena itu kami mengingatkan nelayan agar tidak mengambil risiko memasuki wilayah perairan Papua Nugini tanpa izin,” ujar Rekianus kepada media ini di Merauke, Jumat (26/6).

Ia menjelaskan, salah satu hukuman terberat dijatuhkan kepada nahkoda KMN Nur Afni. Nahkoda kapal tersebut divonis pidana penjara selama 20 tahun atau dikenai denda sebesar 250.000 Kina (K250.000) yang nilainya setara sekitar Rp1 miliar.

“Kalau yang bersangkutan tidak mampu membayar denda sekitar Rp1 miliar, maka harus menjalani hukuman pidana selama 20 tahun,” tegas Rekianus.

Sementara itu, setiap anak buah kapal (ABK) yang terlibat dalam pelanggaran dikenai denda sebesar 40.000 Kina (K40.000) atau sekitar Rp160 juta, atau menjalani hukuman penjara selama empat tahun. ‘’Hukuman yang dijatuhkan kepada ABK sampai Nahkoda antara 4 tahun, 7 tahun, 9 tahun dan 20 tahun penjara dengan denda yang juga jumlahnya bervariasi,’’ tandasnya.

Menurut Rekianus, kebijakan tersebut merupakan bentuk keseriusan Pemerintah Papua Nugini dalam menjaga kedaulatan wilayah, melindungi sumber daya perikanan, serta menindak tegas kapal-kapal asing yang melakukan penangkapan ikan secara ilegal.

Ia menambahkan, meningkatnya jumlah kapal asing yang memasuki wilayah perairan PNG tanpa izin menjadi salah satu alasan pemerintah negara tersebut memperketat pengawasan sekaligus memperberat sanksi hukum bagi para pelanggar. Karena itu, para nelayan Merauke diimbau untuk selalu mematuhi batas-batas wilayah perairan internasional dan mengutamakan keselamatan saat melaut.(ulo/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Polisi Temukan 10 Selongsong Peluru 5,56 MM

Kapolres Jayawijaya AKBP. Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK menyatakan aparat dari Polres Jayawijaya didukung…

23 hours ago

Laporan Pertanggungjawaban Lambat, Pemprov Disemprot

Wagub atas nama Pemerintah Provinsi disemprot Fraksi PDI Perjuangan terkait penyampaian dan pembahasan laporan pertanggungjawaban…

24 hours ago

Tanamkan Karakter dan Integritas Untuk Cegah Korupsi Sejak Dini

  Upaya ini dinilai sangat strategis mengingat korupsi bukan sekadar kejahatan biasa, melainkan masuk dalam…

1 day ago

Satu KKB “Bernyanyi”, Empat Orang Langsung Dibekuk

Dari lima tersangka yang ditetapkan, dua di antaranya, yakni AU dan MP tewas setelah melakukan…

1 day ago

Kepsek Diwarning, Harus Tegas Tangani Tawuran Pelajar!

   Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Rocky Bebena, mengatakan persoalan tawuran antara kedua sekolah tersebut…

1 day ago

Diduga Kelompok Baru yang Bermain

Komandan Kodim (Dandim) 1710/Mimika, Letkol Inf Teuku Jozanda, mengonfirmasi bahwa penyisiran dan operasi pencarian kini…

1 day ago