

Pencarian para korban di hari kedua. (Foto: Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika)
MIMIKA — Tim SAR gabungan belum berhasil menemukan keberadaan empat nelayan yang dilaporkan hilang kontak di perairan Atuka, Kabupaten Mimika, Papua Tengah peka lalu.
Hingga pencarian hari kedua pada Minggu (28/6) sore, upaya penyisiran yang dilakukan tim gabungan masih nihil.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kabupaten Mimika, I Wayan Suyatna, menjelaskan tim SAR gabungan yang terdiri dari Rescuer SAR Timika dan keluarga korban telah memperluas area pencarian pada hari kedua ini.
Menggunakan Rigid Bouyancy Boat (RBB) 600 PK, tim menyisir perairan Puriri sejauh 11 mil laut hingga perairan Kokonao sejauh 13 mil laut. “Direncanakan pencarian akan kembali dilanjutkan pada besok pagi sesuai rencana operasi SAR hari ke 3,” ungkap I Wayan dalam keterangan resmi yang diterima, Minggu malam.
Selain menyisir lautan, tim SAR gabungan juga meminta bantuan kapal-kapal yang melintas di perairan Atuka untuk ikut memantau.
Koordinasi juga dilakukan dengan pihak Lanud Yohanis Kapiyau Timika agar armada udara yang melintas di atas perairan Timika dapat memberikan informasi jika melihat tanda-tanda keberadaan korban.
Sekadar diketahui, Peristiwa ini bermula ketika empat nelayan tersebut pergi melaut sejak Selasa, 23 Juni dan dijadwalkan kembali dua hari kemudian.
Pihak keluarga mulai cemas karena para nelayan tak kunjung pulang. Salah satu kerabat korban, Selfi, mengaku sempat berkomunikasi dengan kru perahu pada Rabu, 24 Juni pagi.
Saat itu, mereka mengabarkan akan bertolak pulang pada Kamis, 25 Juni. Namun sejak hari itu, perahu tidak pernah bersandar dan ponsel para nelayan sudah tidak dapat dihubungi.
Keluarga dan warga setempat sempat melakukan pencarian mandiri sejak Kamis lalu. Karena tidak membuahkan hasil, mereka akhirnya melaporkan kejadian tersebut secara resmi ke Kantor SAR Timika.
Merespons laporan itu, tim SAR gabungan langsung bergerak melakukan pencarian hari pertama pada Sabtu 27 Juni 2026. Tim sempat menyisir radius 8 mil laut di sekitar perairan Atuka, namun hasilnya masih nihil hingga operasi dihentikan sementara pada Sabtu sore pukul 17.35 WIT.
Operasi penyelamatan akan kembali dilanjutkan pada Senin pagi dengan memperhitungkan arah arus dan pasang surut air laut di perairan Timika. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Kepala Unit penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Wamena, Fitrajaya Siwu menjelaskan bahwa penghentian operasional…
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendorong dilakukannya investigasi atas kasus tewasnya seorang ibu…
Dari total 7.813 ASN yang tercatat di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua, jumlah pegawai yang mengikuti…
Otoritas gereja Katolik tersebut menyatakan menerima laporan mengenai lonjakan korban jiwa, pengungsian massal, kerusakan fasilitas…
Tim kolaborasi film menyatakan sejak awal seluruh dana tiket sukarela memang diperuntukkan bagi warga yang…
Gaya hidup sedentari merujuk pada pola hidup dengan sangat sedikit aktivitas fisik sepanjang hari. Kemajuan…