

Walikota Jayapura, Abisai Rollo berfoto bersama Mendagri, Tito Carnavian dan Bupati Jayawijaya, Atenius Murib pada retret di Magelang, Sabtu (22/2). Saat pelantikan pada 20 Februari lalu, presiden menyatakan keinginannya membangun istana negara di Muara Tami, Kota Jayapura (Foto : Puspen Mendagri)
Cerita Wali Kota Jayapura Abisai Rollo yang Mengikuti Retreat di Akmil Magelang
Ratusan Kepala Daerah dari berbagai rovinsi/Kabupaten/Kota di Indonesia saat ini tengah menjalani retreat di Akademi Militer (Akmil) Kota Magelang. Kegiatan retret kepala daerah ini telah berlangsung sejak tanggal 21-28 Februari 2024 dan kemarin sudah masuk hari ke-4.
Laporan: Hans Palens_Ceposonline.com
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo menjadi salah satu dari ratusan peserta yang ikut dalam kegiatan retret di Akmil Kota Magelang. Abisai Rollo antuasias berbagi cerita, serunya saat mengikuti retreat di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah tersebut.
Salah satu momen yang paling menarik adalah ketika kepala daerah ini terbangun oleh suara trompet yang menggema pada pukul 04.30 WIB. “Saya langsung terbangun mendengar bunyi terompet yang mengema di subuh hari,” ucap Abisai Rollo.
Abisai Rollo menyampaikan, jika semua kepala daerah dikumpulkan di satu lokasi di Lapangan Golf Borobudur dalam lingkungan Akmil. “Kita tinggal dan menginap dalam tenda-tenda yang sudah disiapkan. Semua kepala daerah mulai dari Gubernur, Wali Kota dan Bupati ada sini dan tendanya masing-masing,”ujarnya.
Abisia Rollo menjelaskan, dalam satu tenda itu ada tiga kepala daerah yang tinggal. Fasilitas di dalam tenda juga lengkap. “Ya, walaupun tidur ditenda tetapi saya merasa nyaman.Tempat tidurnya bagus ada AC, TV, meja makan, semuanya lengkap,” terangnya.
Politisi Golkar ini menyampaikan, jika kegiatan retreat ini sangat bagus karena disini semua kepala daerah diperlakukan sama. Selain itu disini mereka banyak belajar tentang disiplin dan menghargai waktu.
“Kalau selama ini kita bangun jam 06.00 pagi, disini kita harus bangun jam 04.30 subuh. Setelah bangun kita semua diarahkan ke lapangan untuk apel dan senam pagi bersama,” bebernya.
Menurutnya, tidak ada waktu yang kosong untuk sekedar mereka bersantai, kalaupun ada itu paling lama 10-20 menit saja. Karena setelah senam pagi, mereka kembali sarapan, kemudian dilanjutkan masuk ke ruangan kelas yang sudah disiapkan untuk ikut materi dari beberapa narasumber hingga malam jam 10.00 malam.
“Untuk saat ini semua masih bisa terjadi. Pemain asing yang pasti kita sedang mencari. Tiga-tiganya…
Direktur Eksekutif POHR, Thomas Ch. Syufi, menegaskan bahwa karya tersebut bukan sekadar dokumenter biasa, melainkan…
Menurutnya, film Pesta Babi membuka ruang diskusi publik terkait persoalan besar yang selama ini dirasakan…
Sejak pukul 05.30 WIT panitia hari-hari besar Islam (PHBI) Provinsi Papua sudah mempersiapkan tempat di…
TPNPB Kodap XVI Yahukimo juga lanjut Sebby mengancam akan terus melakukan patroli dan operasi terhadap…
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menetapkan empat warga negara asing (WNA) asal China sebagai tersangka dalam kasus…