Categories: FEATURES

Tidur di Tenda dengan Berbagai Fasilitas, Dididik Dengan Kebiasaan Militer 

   Sementara itu, para kepala daerah juga dilarang untuk keluar dari lingkungan Akmil. Mereka dijaga ketat oleh aparat keamanan. Semua kebutuhan mereka juga sudah terpenuhi di dalam Akmil yang sudah disiapkan oleh panitia.

Termasuk jika ada kepala daerah yang sakit juga sudah disiapkan tenda untuk perawatan dan ditangani oleh dokter dan perawat. “Untuk makanan semua sama tidak ada bedanya karena semuanya pakai kotak. Kita diperbolehkan bawa makanan dari luar seperti buah-buahan. Kita tidak diizinkan  keluar untuk membeli karena semuanya akan diantar,” terangnya.

   Dengan canda Abisai Rollo mengatakan, hal yang paling berkesan baginya karena bangun pagi dipukul 4.30 WIB itu. Kemudian saat tidur malam mereka justru mematikan AC karena cuaca di Magelang sangat dingin ditambah hujan.

   “Selama ini kita terbiasa bangun pagi jam 06.00 atau paling lambat setengah tujuh pagi. Hari pertama memang berat, tetapi sekarang sudah terbiasa, karena begitu dengar trompet kita langsung bangun,” ungkapnya.

   Abisai Rollo menjelaskan, jika tidak ada waktu untuk sekedar tidur siang, pasalnya setiap jamnya sudah ada jadwal kegiatan yang harus dijalankan semua kepala daerah. Ditanya apa yang beda ketika sekarang tidur dalam tenda layaknya seorang militer, Politisi Golkar ini mengaku, tidak ada yang beda semuanya sama.

  “Tidak ada yang beda, tidur di rumah dan tenda sama saja bagi saya. Di tenda ini tidurnya seperti fasilitas di hotel juga karena semuanya lengkap,”ucapnya.

  Baginya tidur ditenda seperti ini sudah terbiasa, ia hanya mengingat kembali semasa kecil dan mudanya dulu di Kampung Skouw Yambe. Dimana waktu kecil ketika ia dan teman-temannya mencari kepiting di Pantai Skouw harus tidur-tidur di atas pasir.

  Kemudian saat ke hutan mencari tikus tanah atau senso kayu ia dan teman-temannya harus tidur dalam pondok dan beralaskan daun. “Saya sudah terbiasalah seperti ini, tetapi di tenda ini sangat luar biasa karena tempat tidurnya bagus dan fasilitas lengkap,” terangnya.

   Abisai Rollo menyampaikan jika dalam satu tendanya ia bersama dengan Bupati Biak dan Bupati Yapen. “Kami bertiga dalam satu tenda, kalau sudah selesai kegiatan kita kembali ke tenda, di situ kami hanya ngobrol sebentar kemudian lanjut tidur karena semua sudah lelah,” kata Abisai Rollo.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Persipura Hanya Butuh 30 Pemain

Angka tersebut jauh lebih sedikit dibangdingkan musim lalu yang mencapai 35 pemain dalam satu musim.…

20 hours ago

Salah Jika Menganggap Demo Identik dengan Gangguan Keamanan

Selain sebagai pusat pemerintahan, posisi strategis Jayapura membuat berbagai aksi yang digelar di kota ini…

21 hours ago

Ajak Buka Buku Meski Putar Gelas, Lem Aibon, Putus Sekolah Jadi Pemandangan Sehari-hari

Berangkat dari keprihatinan melihat anak-anak muda yang tumbuh di tengah lingkungan yang lekat dengan minuman…

22 hours ago

KNPB Sayangkan Adanya Aksi Tandingan

Dalam aksinya, kelompok ini mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk mengusut secara tuntas insiden…

1 day ago

Diduga Keracunan MBG, Puluhan Siswa di Depapre Dilarikan ke Rumah Sakit

Puluhan siswa PAUD, Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di Distrik Depapre Kabupaten Jayapura diduga…

1 day ago

​BMP RI Tepis Tudingan Adu Domba Kelompok Massa

​Langkah tegas ini disampaikan Ali Kabiay untuk meluruskan kesalahpahaman publik terkait kehadiran massa BMP RI…

2 days ago