Categories: FEATURES

Mengabdi Tak Kenal Waktu, Tapi Hanya Digaji Rp 200 Ribu

Menanggapi Pernyataan “Guru Adalah Beban” dari Menkeu Sri Mulyani

Netizen baru-baru ini dihebohkan oleh sebuah potongan video yang menampilkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Dalam video tersebut, sang Bendahara Negara seolah-olah menyebut guru dan dosen sebagai ‘beban negara’. Betulkah?

Laporan:Jimi Karlodi, Priyadi_Jayapura

Video tersebut beredar cepat dan memantik protes dari berbagai kalangan. Menteri Sri Mulyani sendiri langsung bergerak memberikan klarifikasi jika video tersebut adalah hoax. Namun sayangnya publik sudah termakan potongan video yang dikatakan deepfake. Polemik bermula dari pidato yang ia sampaikan dalam Forum Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia di Institut Teknologi Bandung (ITB), beberapa hari lalu.

Dalam pidatonya, Sri Mulyani menyinggung alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 untuk sektor pendidikan yang mencapai Rp 724,3 triliun. Ia kemudian menyoroti masih rendahnya gaji guru dan dosen, yang menurutnya menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan keuangan negara. Dan setelah itu muncullah potongan video tadi.

Meski telah diklarifikasi namun pernyataan lain masih memanaskan kuping terkait kalimat apakah semuanya harus dari keuangan negara ataukah ada partisipasi dari masyarakat. Ini seolah-olah negara keteteran menggaji tenaga pendidik sehingga seharusnya sumber pembiayaan bisa juga lewat partisipasi masyarakat.

Padahal guru memiliki peran besar untuk mencerdaskan anak bangsa dimana dulunya anggota DPR juga dididik oleh yang namanya guru. Termasuk Sri Mulyani. Namun kondisi ini berbanding terbalik jika dilihat dari nilai yang diterima. Satu contoh saja terkait gaji. Perbandingan gaji Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan gaji guru bak langit dan bumi.

Menurut Pengamat Ekonomi Dosen Tetap Magister Manajemen STIE Port Numbay Jayapura sekaligus Ketua Komite Integritas Akademik STIE Port Numbay Jayapura, John Agustinus, perbedaan fenomena anggota DPR dan gaji guru adalah kontras antara penghasilan dan beban negara yang sangat berbeda.

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

6 hours ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

7 hours ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

8 hours ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

9 hours ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

10 hours ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

11 hours ago