Categories: FEATURES

Indentifikasi Jalur Penyelundupan hingga Dugaan Keterlibatan Oknum Petugas

Dari Razia Gabungan  yang Digelar ​Ditjenpas Papua di Lapas Abepura

Pekan kemarin, seluruh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang ada  di wilayah Ditjenpas Papua dilakukan razia secara serentak pada Rabu (16/9). Menariknya, banyak barang terlarang yang  masuk ke dalam Lapas dan  berhasil ditemukan. Meski terlihat sepele, namun sejumlah barang  ini dikhawatirkan jadi pemicu kerusuhan hingga tindak pidana dalam sel.

Laporan: Jimianus Karlodi_Jayapura

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Papua menegaskan komitmennya untuk memperketat sistem keamanan dan pengawasan di seluruh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) serta Rumah Tahanan Negara (Rutan) se-Papua.

  Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk deteksi dini guna mengantisipasi maraknya upaya penyelundupan barang terlarang mulai dari senjata tajam, telepon seluler ilegal, hingga obat-obatan terlarang dan narkotika agar insiden gangguan keamanan seperti yang pernah terjadi di Lapas Abepura maupun Lapas Palu tidak terulang kembali.

   Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Papua, Sutarno, Bc.IP., S.H., M.H., di sela-sela memimpin razia gabungan skala besar di Lapas Kelas IIA Abepura pada, Rabu (16/9) malam.

   Sutarno mengungkapkan, kerawanan di lingkungan pemasyarakatan sering kali dipicu oleh masuknya benda-benda yang tampak sepele namun berpotensi memicu kerusuhan atau tindak pidana di dalam sel. Kasus-kasus peredaran gelap narkoba maupun pengancaman menggunakan senjata tajam di tempat tahanan, sebagaimana yang pernah menjadi sorotan publik di beberapa daerah lain diseluruh Indonesia.

   “Tugas utama kami adalah melakukan pengamanan dan memastikan jangan sampai ada gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) di dalam Lapas. Kita belajar dari berbagai kejadian, baik di Lapas Abepura sendiri pada waktu lalu maupun kasus-kasus di luar Papua seperti di Lapas Palu. Intinya satu: kita tidak boleh membiarkan ada celah barang terlarang masuk, baik itu narkoba, HP, maupun benda tajam,” tegas Sutarno.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Korupsi Aerosport Mimika Berujung Setoran Rp26,3 Miliar

Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Jefferdian menjelaskan, perkara tersebut berawal dari pembangunan sarana dan prasarana Aerosport…

8 hours ago

ABR: Jangan Salah Gunakan Bantuan Pemerintah!

Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., memberikan peringatan keras kepada seluruh aparat kelurahan…

1 day ago

Fenomena El Nino,  79 Kampung di Dogiyai Terdampak

Ketergantungan warga terhadap pertanian subsisten membuat kerusakan tanaman holtikultura berpotensi mengganggu ketersediaan pangan keluarga

1 day ago

Jangan Membangun Sebelum Ada Penanganan Pascabencana

  Abisai mengatakan, Pemerintah Kota Jayapura saat ini masih melakukan berbagai upaya dan pembahasan terkait…

1 day ago

Polisi Tangkap Terduga Pelaku Penipuan Jual Beli Motor

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Axel Panggabean mengatakan,…

1 day ago

Bupati Jayawijaya: CASN Jangan Buru-buru Ajukan Kredit Setelah Terima SK

Bupati menegaskan jika, mereka baru juga diangkat CASN masih ada langkah selanjutnya yang harus diikuti…

1 day ago