Categories: FEATURES

Aktif di Prison Akuistik dan Kegiatan Gereja, Ngaku Temukan Kebaikan Tuhan

Dengan aktif terhadap segala kegiatan positif itu, membuatnya merasa harus terus menjalankan hukuman sampai masa tahanannya berakhir.

   “Saya merasa waktu 4 tahun belum cukup untuk merubah perilaku, Sehingga masih ingin berbenah diri di Lapas, sampai masa tahanan berakhir,” ujarnya.

   Diceritakan hal terberat yang dijalani selama di dalam tahanan rindu dengan anak-anaknya di Kampung halamannya di Ormu Necheibe, Distrik Revanirara, Kabupaten Jayapura, Papua.

Bagaimana tidak akibat dari perbuatannya, terpaksa meninggalkan anaknya yang telah ditinggal istrinya yang  meninggal sejak tahun 2012 silam. “Anak saya 2 orang, saat ini mereka tinggal dengan keluarga di Kampung, karena istri saya sudah meninggal tahun 2012 silam,” tuturnya.

  Meski rasa rindu itu berat baginya, akan tetapi, baginya bertemu dengan keluarga bukan solusi untuk memperbaiki diri. Meski rasanya berat, namun Abraham mencoba untuk menahan diri. Karena fokusnya ingin betul-betul memperbaiki sifat dan perilaku terutama hal-hal jahat yang pernah dia lakukan.

   “Kalau rindu sudah pasti rindu, akan tetapi, bagi saya berbenah diri lebih penting daripada cepat pulang, namun akhirnya kembali terjerumus ke hal yang jahat,” katanya.

   Diapun mengatakan selama di Sel, dia sangat aktif dengan kegiatan gereja. Bahkan dirinya menjadi pelopor bagi tahanan lain di Lapas Abepura. Dengan aktif kegiatan gereja dia pun berhasil menciptakan lagu berjudul “Kasih Mu Tuhan”. Lagu ini diciptakan karena merasa bahwa di dalam tahanan dia berhasil temukan hal baik.

    “Disini saya temukan Tuhan, itulah inspirasi saya dalam ciptakan lagu itu,” ungkap Abraham.

  Abraham menilai pembinaan di Lapas Abepura cukup baik. Di bawah kepemimpinnan Sulityo  Wibowo, mereka yang di dalam tahanan tidak merasa jenuh. Hal itu terjadi karena Sulistyo cukup aktif menggagas berbagai progam positif untuk membina para narapidana.

   “Saya sangat berterima kasih karena bisa hidup bersama teman-teman yang dahulunya jahat, tapi dengan dihukum kami semua bisa berubah,” ujarnya.

   Dia pun mengharapkan bila kelak di tahun 2025 mendatang bebas murni dari tahanan, maka akan menjadi role model bagi tahanan lain. Bahkan dia bermimpi akan menjadi orang baik di tengah masyarakat. “Saya memang pernah berbuat salah, tapi saya akan merubah pikiran itu ketika nanti keluar dari tahanan,” tuturnya.  (*/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Polres Mimika Bentuk Tim Khusus Tangani Maraknya Aksi Begal

Polres Mimika membentuk tim khusus anti-begal guna menanggapi maraknya aksi pencurian dengan kekerasan yang meresahkan…

11 hours ago

DPRK Jayawijaya Minta Pemkab Kembalikan SK Kepala Kampung Lama

Ketua DPRK Jayawijaya Lucky Wuka, S.Pi, M.Si menegaskan sebagai kepala pemerintahan, saat ini pemkab Jayawijaya…

12 hours ago

Bupati Waropen Terima Aspirasi Warga Kirihi

Pertemuan tersebut turut didampingi Plt. Sekda Waropen Bob Woriori, S.STP, M.Si, sejumlah pimpinan OPD, Kadistrik…

13 hours ago

Kunjungi Lokasi Ledakan, Serahkan Bantuan dari Preiden Prabowo

Tak hanya melihat dari dekat rumah-rumah yang rusak akibat ledakan di sepanjang pantai, tetapi Ia…

14 hours ago

Tim URC Satreskrim Polres Jayapura Berhasil Amankan Satu Pelaku Curanmor

Komitmen Polres Jayapura dalam memberantas tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) terus ditunjukkan melalui langkah…

15 hours ago

Bupati Jayapura Minta Kepala Kampung Kreatif, Selama Delapan Tahun Memimpin

“Saya pikir delapan tahun kepemimpinan itu sesuatu yang luar biasa. Kepercayaan yang diberikan masyarakat dan…

16 hours ago