Categories: FEATURES

Ketua MRP Papua Selatan Tentang Otsus Papua yang Sudah Berjalan 24 Tahun

Pertama Bentuk OPD Khusus Tangani Dana Otsus dan Kedua Bagi-bagi Uang Otsus ke OAP

Tanggal 21 November 2025 besok merupakan peringatan Hari Otonomi Khusus bagi Papua. Peringatan Hari Otsus Papua tersebut merupakan yang ke-24 sejak Otsus Jilid Pertama tahun 2001 dibentuk dan menjadi tahun ke-4 untuk perubahan UU Otsus atau jilid kedua UU Otsus Papua. Bagaimana tanggapan Ketua MRP Papua Selatan Damianus Katayu terkait dengan perjalanan Otsus Papua tersebut?

Laporan Yulius Sulo, Merauke

Ditemui di ruang kerjanya, Damianus Katayu yang sebelumnya merupakan seorang dosen perguruan tinggi swasta di Merauke itu mengatakan bahwa dengan Otsus jilid pertama yang telah berjalan kurang lebih 20 tahun, telah dilakukan banyak evaluasi oleh berbagai pihak baik perguruan tinggi, NGO, pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Termasuk MRP Papua juga melakukan evaluasi.

‘’Dan banyak catatan-catatan yang diberikan. Dari banyak catatan-catatan itu maka lahirlah Otsus perubahan kedua. Artinya dengan perubahan kedua itu, diharapkan memberikan perubahan manfaat yang besar bagi kebijakan-kebijakan Otsus di 4 bidang yakni pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan ekonomi kerakyatan. Focus pembiayaan Otsus ada di situ,’’ katanya, Sein (17/11).

Diakui disatu sisi orang Papua bertanya, Otsus ini dimana. Karena mereka merasa tidak pernah merasakan manfaat dari Otsus. ‘’ Sebetulnya dari bahasa-bahasa itu menjadi bahan yang dievaluasi. Untuk itu,kita sudah masuk ke dalam Otsus jilid II,’’ jelasnya.

Damianus Katayu mengaku di berbagai kesempatan dirinya selalu mengatakan dan tidak berharap Otsus jilid kedua tersebut dikatakan gagal lagi. Karena 4 bidang di Otsus jilid II yakni Pendidikan, Kesehatan, infrastruktur, dan ekonomi kerakyatan harus benar-benar dirasakan manfaatnya.

‘’Misalnya pendidikan. Calistung di kampung-kampung masih menjadi masalah,. Hari ini spending mandatory pembagian dana Otsus ke pendidikan cukup besar. Infrastruktur cukup besar. Begitu juga kesehatan dan ekonomi. Kemudian dari keempat itu kita evaluasi. Bagaimana dengan calistung. Tapi yang kita lihat hari ini, calistung di kampung-kampung belum clear. Jangankan di kampung-kampung, di pinggir-pinggir kota masih masalah,’’ jelasnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Dorong Kolaborasi Eksekutif-Legislatif untuk Kesejahteraan Warga

  Terkait pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, Theos mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan yang harus terus…

5 hours ago

Pemkot Terima Dana Tambahan dan Kurang Bayar DBH Rp15 Miliar

  Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKD) Kota Jayapura, Dessy Wanggai, mengatakan DAU…

6 hours ago

Persipura Akan Hadapi Garudayaksa FC

Tim Persipura Jayapura kembali menjadwalkan laga ujicoba untuk mengukur kemampuan Boaz Solossa dan kawan-kawan selama…

7 hours ago

Tak Hanya Pemerintah, Paguyuban dan Warga Berlomba-lomba Garap Event Kemerdekaan

Susana jelang Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 81 di Papua terlihat semarak. Meski dengan…

8 hours ago

5 Distrik di Numfor Siap jadi DOB

Dikatakan, momentum perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Kabupaten Biak Numfor sangat Istimewa karena baru…

9 hours ago

Pemkab Keerom dan PLN Geser Jaringan Listrik demi Penataan Area Wisata

Pembangunan fisik Patung Yesus di Kampung Yowong, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom kini telah rampung…

10 hours ago