Yang paling ia sesalkan bukan hanya rumah, tetapi barang-barang kecil yang menyimpan arti besar. Sebuah koper milik anak sulungnya, yang baru pulang dari pondok pesantren di Bandung, ikut terbakar. Di dalamnya tersimpan pakaian, kenangan, hingga dokumen penting. “Baru empat hari dia sampai di Jayapura. Semua barangnya masih di koper itu, jadi tidak sempat diselamatkan,” ujarnya.
Tak hanya itu, Al-Qur’an milik anaknya, celengan berisi tabungan kecil, hingga boneka kesayangan juga ikut hangus. “Anak-anak kadang masih menangis. Mereka ingat boneka, ingat bapaknya karena tidak ada satu pun foto almarhum yang tersisa,” katanya.
Kebakaran itu bukan hanya menghanguskan bangunan, tetapi juga memutus banyak hal yang tak kasat mata, kenangan, rasa aman, dan harapan. Di tengah keterbatasan, Yeni Pramudianti kini dihadapkan pada pilihan sulit. Ia sempat mempertimbangkan pulang ke kampung halaman di Jawa, namun anak-anaknya menolak.
“Anak-anak tidak mau pindah. Mereka sudah nyaman di sini. Jadi saya harus cari rumah di Jayapura, tapi itu yang masih saya bingungkan,” ujarnya.
Untuk sementara, ia berencana menumpang di rumah saudara di Koya. Namun, jarak menjadi persoalan baru, terutama bagi anak-anak yang harus tetap bersekolah. “Tidak mungkin selamanya numpang. Itu yang paling berat saya pikirkan sekarang,” katanya.
Di balik semua kesedihan, para korban tetap menyimpan rasa syukur. Selama di pengungsian, kebutuhan mereka tercukupi. Dinas Sosial dan para relawan memastikan makanan, pakaian, hingga hiburan bagi anak-anak tersedia. “Kami sangat berterima kasih. Semua terjamin, tidak ada yang kurang,” ujar Yeni.
"Pengawasan tersebut dilakukan agar seluruh program berjalan sesuai sasaran, tepat waktu, dan benar-benar memberikan…
Ini bukan kali pertama Alfredo dan Andri bekerjasama. Keduanya bahkan sudah sama-sama sudah menjadi pelatih…
Kepala BPKAD Kota Jayapura, Desy Wanggai, mengatakan secara umum pengelolaan aset kendaraan di lingkungan…
Sementara suplay air yang diharapkan dari Sungai Maro belum dapat dilakukan secara optimal dikarena saluran…
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Papua, Jimmy A.Y. Thesia, mengatakan seluruh…
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan dalam pelaksanaan pengecekan CASN yang berjumlah 800 orang…