Hanya saja untungnya tim ini memiliki jaringan yang cukup solid sehingga tidak terlalu terkendala dalam hal pemenuhan obat-obatan. Dari sekitar 200 anggota, sebagian besar merupakan alumni Uncen sehingga untuk membangun koordinasi ketika dibutuhkan tidaklah susah. “Kalau ke RSU Dok II kami punya kakak-kakak senior juga ada, ke rumah sakit lain juga masih ada teman-teman dan semuanya siap mensuport sehingga apa yang kami butuhkan tidak terlalu sulit didapat terutama obat-obat umum,” aku Rafael.
Menariknya selain melakukan pelayanan medis, tim ini juga menyempatkan memberikan pakaian layak pakai termasuk buku bagi anak-anak usia dini. Jadi selain mengecek kondisi kesehatan warga, ada manfaat lain yang diberikan. Dari berbagai cerita yang dilalui sejak 2015, kata Rafael ada banyak pengalaman seru dan menarik atau bahkan sampai menyentuh hati dari perjalanan mereka.
Ia mengkisahkan ketika pertama masuk di Nduga ternyata warga setempat menolak. Warga menganggap tim ini bagian dari pemerintah yang tujuannya belum tentu baik. Masyarakat khawatir justru terjadi apa-apa. Lalu meski sudah dijelaskan sedemikian rupa namun warga masih bersikeras tidak mau menerima pelayanan medis dari mereka. Pandangan negatif dilekatkan betul oleh warga setempat ketika itu.
“Kami sudah jelaskan berulang-ulang, hingga akhirnya kaka perempuan kami menangis dan merobek baju lalu mengatakan bahwa mereka sama-sama hitam kulit keriting rambut tidak mungkin menyakiti sesama. Kakak ketika itu cukup emosional dan akhirnya warga mau memahami dan menerima,” cerita Rafael. Diakui terkadang tidak mudah membangun pemahaman yang positif sekalipun datang dengan niat baik. Perlu ada penghubung yang mengkomunikasikan untuk bisa diterima masyarakat.
Penertiban dilakukan setelah polisi menerima informasi dari masyarakat terkait aktivitas penjualan Boplas yang dinilai meresahkan.…
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…
Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…
Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…
Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…