Categories: FEATURES

Di Nduga Menangis Sambil Robek Baju, Tempuh 13 Jam Jalan Kaki ke Omon

Menyimak Eksistensi Komunitas Medis Papua Tanpa Batas yang Mengabdi Hingga ke Pelosok

Berbicara kemanusiaan tentu tak membahas sekat dan batas. Itulah yang dilakukan Komunitas Medis Papua Tanpa Batas. Menyambangi daerah terisolir memberikan pelayanan medis cuma-cuma. Apa saja kisah menariknya.

Laporan: Abdel Gamel Naser_Jayapura

Mengabdi di Papua tak selamanya harus dihitung dengan angka atau nilai. Yang dibutuhkan di Papua adalah pekerja yang mengedepankan hati ketimbang apa yang diperoleh nanti. Pasalnya masih banyak daerah yang jauh dari fasilitas dan pelayanan pemerintah seutuhnya. Negara kadang terlambat atau bahkan abai melihat banyaknya daerah terisolir yang terus berteriak namun minim sikap.

Dulu, Gubernur Lukas Enembe sempat mengeluarkan penyataan aneh namun masuk akal. “Jika ingin membangun Papua harus bekerja seperti orang gila” kata Lukas ketika itu. Mengeluarkan kebijakan atau keputusan yang kadang tidak masuk akal namun dampaknya akan terlihat satu saat nanti. Dan ini juga yang sedang dilakukan kelompok tim medis yang menamai diri Komunitas Medis Papua Tanpa Batas.

Dari nama komunitasnya tergambar jika agenda atau aktifitas yang dilakukan juga tak mudah karena tak berbatas. Cenderawasih Pos sempat bertanya-tanya dan mendapatkan cerita yang menarik. Komunitas ini pada Sabtu (14/2) memenuhi undangan dari FMIPA Uncen yang menggelar semarak Dies Natalis ke 28.

Dari moment ini panitia menggelar kegiatan grebek sampah baik di darat maupun di dasar laut dengan melibatkan tim dari FMIPA, Basarnas dan juga Polairud kemudian penanaman pohon bakau dan juga pelayanan kesehatan yang dihandle Komunitas Medis Papua Tanpa Batas itu sendiri.

Komunitas ini terbentuk sejak tahun 2015 diketuai oleh Frans Rumere. Awalnya terbentuknya dari sebuah kegiatan pemuda GKI Lembah Yordan yang dilanjutkan dengan kegiatan lain di Tarfia. Dari beberapa kali pertemuan dan melakukan pelayanan medis akhirnya disepakati untuk membuat satu perkumpulan yang memiliki visi sama yakni memberikan pelayanan medis secara cuma-cuma terutama di lokasi terisolir.

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Recent Posts

Kemendikdasmen Buka Kuota Guru CPNS Tahun 2027

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen Nunuk Suryani sebelumnya menjelaskan, pemenuhan ratusan…

6 hours ago

Papua Utara Akan Genapi Tujuh Wilayah Adat

Anggota Komisi II DPRP dari Daerah Pemilihan (Dapil) Biak Numfor dan Supiori, Johanes Wakum, menyatakan…

7 hours ago

Muller Korban Kedua Persipura?

Jika betul tak masuk skema Persipura maka bisa dibilang Muller adalah orang kedua yang didepak…

8 hours ago

Dari Beban Belanja Perlu Diperhatikan hingga Seberapa Dekat Papua dengan Masa Depan Pasifik

Akademisi Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Cenderawasih, Yakobus Richard, mengatakan evaluasi terhadap kinerja kepala…

9 hours ago

Kejati Papua akan Periksa Mantan Sekwan

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menelusuri penggunaan anggaran perjalanan dinas yang selama periode tersebut mencapai Rp44,23…

10 hours ago

Karhutla di Papsel Ganggu Penerbangan di Mimika

Kabut asap pekat menyelimuti wilayah Timika dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi,…

16 hours ago