Categories: FEATURES

Patahkan Tulang Lidi Untuk Buat Atap Sagu Termasuk Diajari Membuat Konten

Dan diharapkan Olong masih bisa dibuat dan diperkenalkan lebih massive.  Selain itu disini peserta yang semuanya anak muda juga diajari cara membuat atap dari daun sagu. Seiring perkembangan zaman  perlahan atap sagu mulai ditinggalkan dan banyak yang beralih menggunakan seng atau multiroof. Padahal dulu dalam membuat atap pondok atau atap gazebo bisa dibuat dari daun sagu atau daun kelapa dengan dianyam dan manfaatnya justru terlihat lebih aestetik dan adem.

Perwakilan World Wild Found (WWF) Program  Papua Bidang Pemuda dan Edukasi Nixon Dasem menjelaskan kegiatan Culture Camp memiliki manfaat antara lain bisa belajar bersama dalam pelestarian budaya dengan mengajak anak muda bisa terus mengembangkan kesadaran dan kebanggaan terhadap budaya lokal seperti yang dilakukan saat ini belajar bersama dalam membuat Olong.

Tas dari daun sagu ini juga bisa mengurangi penggunaan plastic sekali pakai. Peserta camping juga diperkenalkan nama dan jenis-jenis sagu, membuat konten vidio dalam pelestarian lingkungan dalam mendukung pelestarian lingkungan dari pengaruh iklim yang ada.

“Melalui kegiatan Culture Camp kita bisa sama sama belajar budaya tertentu melalui berbagai aktivitas edukatif dan interaktif, visitasi dan edukasi kearifan lokal tentang sagu dan apa saja manfaat dari pohon sagu selain sagu bisa diolah untuk papeda maupun kuliner lainnya, juga juga membuat pelatihan seni dan budaya dan membahas isu lingkungan serta iklim saat ini serta apa saja solusinya,” jelas Nixon.

Itu termasuk bagaimana nanti pada saat malam pergantian tahun baru dirayakan tanpa asap yang mengotori bumi.  Dijelaskan, culture camp dalam segi pembelajaran untuk pendidikan memberikan pengetahuan tentang sejarah, tradisi, dan nilai-nilai budaya, kreativitas, dalam mengembangkan keterampilan seni, kerajinan, dan ekspres melalui budaya.

Apalagi melalui kesadaran komunitas yang tergabung dalam kegiatan ini tentunya akan semakin. Meningkatkan rasa kesatuan dan kebersamaan dalam menjaga nilai budaya setempat dan belajar dari budaya itu. Menurutnya, culture camp juga mempunyai manfaat lain dalam pengembangan diri pada setiap peserta mereka dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan berkomunikasi, melakukan konservasi warisan Budaya, Mendokumentasikan dan melestarikan warisan budaya.

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Recent Posts

Tok, Persipura Dijatuhi Tiga Sanksi

Dalam putusannya, Komite Banding PSSI menguatkan keputusan Komite Disiplin PSSI sebelumnya, namun dengan perubahan bentuk…

12 hours ago

Kendalikan Inflasi, Gubernur Instruksikan Enam Langkah

Enam langkah itu meliputi pelaksanaan operasi pasar murah secara berkala untuk menjaga keterjangkauan harga, inspeksi…

3 days ago

Wali Kota Terima Aspirasi 314 K2 Asli Port Numbay

Pertemuan berlangsung penuh harapan dan suasana emosional, karena para tenaga K2 asli Port Numbay merasa…

3 days ago

Komnas HAM Tolak Draft RUU HAM

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan penolakan tegas terhadap draft Rancangan Undang-Undang Hak…

3 days ago

Warga Tak Perlu Lagi Bolak-Balik ke Pengadilan Untuk Sidang Adminitrasi Kependudukan

Terobosan baru yang dihadirkan Pemerintah Kota Jayapura melalui Disdukcapil bekerja sama dengan Pengadilan Negeri (PN)…

3 days ago

Bentuk Staf Khusus Adat, Wali Kota Libatkan Para Ondoafi

Menurut Abisai Rollo, keberadaan para Ondoafi memiliki posisi yang sangat penting karena mereka merupakan pemilik…

3 days ago