Categories: MERAUKE

Gerak Cepat Cegah Penyakit ASF di Bandara Mopah

MERAUKE – Karantina Papua Selatan melalui Satuan Pelayanan (Satpel) Bandara Mopah memberikan sosialisasi kewaspadaan penyakit demam babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) kepada pemangku kepentingan di Bandara Mopah.  Selain kepada penumpang dan porter yang bertugas di Bandara, Karantina juga berikan pamflet ke agen jasa pengiriman yang biasa melalulintaskan barang dan media pembawa ke beberapa daerah.

Karantina turut menjelaskan Surat Edaran (SE) Deputi Bidang Karantina Hewan Badan Karantina Indoneska terkait dengan pelarangan lalulintas daging babi, sei babi, sosis babi, dan produk olahan babi lainnya ke Nabire, Papua Tengah.

“Sosialisasi ini agar masyarakat semakin waspada terhadap penyakit demam babi Afrika. Walaupun sifat penyakit tidak zoonosis, namun tingkat kematian pada ternak babi mencapai 100%. Kerugiannya sangat tinggi, untuk itu mari sama-sama jaga Papua Selatan agar tetap aman,” KATA  Cahyono dalam penyampaiannya, Sabtu (14/12).

   Bandar Udara Mopah menjadi target awal sosialisasi dikarenakan lalulintas orang dan barang dari dalam dan keluar Merauke tergolong tinggi, Karantina ingin gerak cepat dalam memberikan informasi guna mencegah masuk wabah ini ke Merauke, Papua Selatan.

Selain itu, Karantina lakukan pemasangan x-banner di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sota. Ini menjadi penting karena PLBN merupakan lalulintas orang Papua Nugini dan Indonesia yang beraktivitas di pintu gerbang Indonesia tersebut.

Sekadar diketahui, pada Kamis  (12/12), Karantina Papua Selatan melakukan pemusnahan terhadap 15 kg daging babi dan daging sapi yang dilalulintaskan dari luar lewat pintu bandara Mopah Merauke. Daging babi yang dimusnahkan itu terdiri dari  4 kg daging babi  dan olahan babi 2 kg asal Tangerang,  kemudian  daging babi  6 kg dan daging sapi sebanyak 3 kg asal Jakarta Selatan.

“Ini untuk mencegah penyebaran penyakit African Swine Fever (ASF) yang menyerang pada babi, dan mencegah penyebaran penyakit Avian Influenza (AI) yang menyerang pada ayam,” tandas  Cahyono. (ulo)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Terlibat Politik Praktis, 3 ASN di Merauke Diberhentikan

Tiga aparatur sipil negara (ASN) yang sebelumnya terlibat dalam politik praktis telah diberhentikan dari statusnya…

44 minutes ago

Persipura Tahan Imbang Tim Promosi

Persipura dan Garudayaksa FC bermain 1-1, gol Persipura dicetak oleh talenta muda Lazarus Sinim. Meski…

2 hours ago

Duo Asing Persipura Cepat Beradaptasi

Juru taktik Persipura, Andri Ramawi mengaku kedua pemain impornya sangat cepat beradaptasi. Pemain asal Argentina…

3 hours ago

Tawuran Pelajar di Kotaraja, Anarkis dan Resahkan Warga 

  Aksi saling serang menggunakan batu, botol kaca, hingga balok kayu memaksa para pengguna jalan…

4 hours ago

Mulai 2027, Venue PON Papua Dikelola BLUD

Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Provinsi Papua menargetkan pengelolaan venue olahraga milik Pemerintah Provinsi Papua,…

5 hours ago

Gubernur Dorong Anak Kampung Koa Bersekolah di Sekolah Rakyat

Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat merupakan kesempatan yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mempersiapkan masa depan generasi…

6 hours ago