Ia juga menyoroti selama ini pemerintah, TNI-Polri termasuk Komnas HAM jarang sekali memberi ruang untuk mendengarkan masukan dari mahasiswa. Aspirasi lebih sering muncul di ruang publik seperti aksi jalanan, bukan dalam forum diskusi yang terarah.
“Pandangan mahasiswa beragam dan itu penting. Selama ini ruang untuk mendengar mereka masih minim, padahal forum seperti ini sangat dibutuhkan,” katanya.
Sambungnya, dari berbagai kunjungan yang dilakukan, masyarakat di kampung justru berharap peran mahasiswa sebagai kelompok intelektual dapat membantu memberikan solusi di tengah konflik.
“Karena itu kami memandang penting untuk mendengar langsung pandangan mahasiswa,” pungkasnya. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
dr. Beeri I.S. Wopari, M.Kes., mengatakan data tersebut mencakup warga yang mendapat pelayanan kesehatan, baik…
Ribuan objek yang berhasil dipulangkan mencakup, sekitar 1.000 unit artefak kehidupan sehari-hari dan ritual,…
Ia mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Jayapura, tenaga kesehatan, TNI-Polri, serta masyarakat yang bergerak menangani…
Aksi pembakaran ban dan penutupan jalan dengan batang kayu ini dilakukan sebagai bentuk protes keras…
Rama mengatakan BGN akan melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan MBG menyusul dua kejadian dugaan keracunan…
Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Transmigrasi (Kementrans) bersama Pemerintah Provinsi Papua Selatan…