Ia juga menyoroti selama ini pemerintah, TNI-Polri termasuk Komnas HAM jarang sekali memberi ruang untuk mendengarkan masukan dari mahasiswa. Aspirasi lebih sering muncul di ruang publik seperti aksi jalanan, bukan dalam forum diskusi yang terarah.
“Pandangan mahasiswa beragam dan itu penting. Selama ini ruang untuk mendengar mereka masih minim, padahal forum seperti ini sangat dibutuhkan,” katanya.
Sambungnya, dari berbagai kunjungan yang dilakukan, masyarakat di kampung justru berharap peran mahasiswa sebagai kelompok intelektual dapat membantu memberikan solusi di tengah konflik.
“Karena itu kami memandang penting untuk mendengar langsung pandangan mahasiswa,” pungkasnya. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Selain itu, bermain sepak bola juga lazim dilakukan di berbagai lokasi terbuka, situasi yang menurutnya…
Crosser kebanggaan Papua yang menorehkan prestasi gemilang dan kejuaraan nasional itu mengumpulkan poin sempurna dengan…
Lokasi wisata ini berada tidak jauh dari kawasan wisata Tobuso dan mulai dikenal luas sejak…
Pemerintah Kabupaten Jayapura akan melakukan kajian terhadap jumlah aparatur sipil negara (ASN) dan beban kerja…
Wakil Bupati Jayapura, Haris R. Yocku, menegaskan malaria masih menjadi persoalan serius di Kabupaten Jayapura…
"Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan vanili kualitas super asal PNG sebanyak tujuh koli dengan total…