Categories: FEATURES

Dulu Indah, Kini Tersisa Beberapa Meter dan Terancam Hilang

Dari pantauan Cenderawasih Pos di Pantai Ciberi kondisi pantai sangat cukup memperihatinkan. Disisi bagian kanan pantai terlihat terus dihantam ombak sehingga mengakibatkannya pantai terus mengalami abrasi. Sementara dibagian ujung pantai sudah mulai habis, hal itu dilihat beberapa pepohonan besar diujung pantai telah tumbang.

Pemilik lokasi juga berupaya melakukan penimbunan di bibir pantai dengan harapan pantai tersebut tidak hilang dan terus menjadi tempat pilihan masyarakat Kota Jayapura untuk berwisata. Syooni Merauje selaku pemilik Pantai Ciberi menjelaskan bahwa nama ‘Pantai Ciberi’ merupakan behasa daerah yang artinya ‘Ujung dari daratan’.

Jadi Pantai Ciberi adalah ujung dari daratan sepanjang pantai Holltekamp. Hal itu disampaikan Syooni ketika disambangi Cenderawasih Pos di Pantai Ciberi, Kamis (13/2) siang. Dalam penjelasan pantai Ciberi terbentuk akibat dari gempa bumi tektonik yang mengakibatkan tsunami di Biak, Papua Nugini (PNG) dan Tsunami Jepang puluhan tahun yang lalu.

Ia mengaku bahwa yang memberi nama atas  Pantai Ciberi itu adalah dirinya bukan orang lain. Ia mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan penimbunan puluhan ret  karang.

“Dulu disini masih air laut, kita masih lewat disini dengan perahu. Tetapi pas tsunami di Biak dan PNG terbentuklah pantai ini. Pasir di dalam (sambil menunjuk kelaut) diangkat kesini semua oleh ombak,” kata Syooni.

“Saya yang berikan nama itu (Pantai Ciberi),” tandasnya. Lebih lanjut, adik dari mantan Kepala Kampung, Orgenes Meraudje itu menjelaskan seusai kejadian itu dirinya pun berinisiatif untuk menanam pohon kasuari yang tumbuh saat ini.  Pohon dan daratan Ciberi cukup membantu mengeliminir gelombang. Kata Syooni, itu terbukti pada saat terjadi tsunami di Jepang yang terasa dampaknya hingga Papua, kampung Enggros terlindungi dari tsunami itu.

Padahal konon katanya sebelum ada pepohonan di pantai Ciberi kampung tersebut menjadi langganan banjir ketika tsunami datang. “Kalau tidak ada pohon-pohon ini mungkin kampung Enggros  kena dampaknya akibat tsunami di Jepang ketika itu,” tambahnya. Karena itu dia berharap pemerintah atau dinas terkait lainnya dapat memperhatikan kondisi pantai itu.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Korupsi Dana BOS SMA Negeri 4, Masuk Putusan Sela

Juru bicara (Jubir) PN Jayapura, Rahmat Selang, S.H., M.H mengatakan pada sidang pertama kali digelar,…

11 hours ago

Satres Narkoba Polres Jayapura Tangani 7 Kasus Narkotika Awal 2026

Satuan Reserse Narkoba Polres Jayapura mencatat penanganan tujuh kasus narkotika sepanjang Januari hingga Maret 2026.…

11 hours ago

Triwulan I Tahun 2026, Jumlah Penduduk Turun 3.425 Jiwa

Menurutnya, dalam periode tersebut terjadi penurunan jumlah warga sebanyak 3.425 orang. Di sisi lain, terdapat…

12 hours ago

128 Produk UMKM di Papua Bersertifikat Halal

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Papua menyebut 128 produk usaha mikro, kecil, dan menengah…

13 hours ago

Pembinaan UMKM Diperkuat, Dari Produksi hingga Pemasaran

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua terus memperkuat pembinaan terhadap pelaku usaha mikro, kecil,…

14 hours ago

Pemilik Tanah Adat Sentani Minta Pemkab Segera Selesaikan Ganti Rugi

Ahli waris tanah adat Emmaleuw Bhelle, Daud Felle, menyampaikan kekecewaannya terhadap tindakan aparat yang membuka…

15 hours ago