Categories: FEATURES

Dulu Indah, Kini Tersisa Beberapa Meter dan Terancam Hilang

Dalam penjelasannya lebih lanjut, sebelumnya Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua ingin membangunkan talud di pantai Ciberi namun belum terealisasi. Kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua, Dave Muhaimin kepada Cenderawasih  mengatakan pembangunan Jembatan Merah Youtefa memberikan dampak terhadap kawasan pantai di sekitar jembatan ini, terutama di Pantai Ciberi.

“Jadi, kondisi pantai ini terancam abrasi harus terhantam gelombang maupun arus di bawah Jembatan Youtefa,” ungkap Dave ketika di konfirmasi Cenderawasih Pos, Kamis (13/2).

Menurutnya, pengikisan atau abrasi pantai itu, disebabkan banyak faktor salah satunya adalah efek samping dari pembangunan Jembatan Youtefa. Jelasnya hampir keseluruhan disepanjang pantai Holltekan terancam abrasi akibat perubahan iklim, namun titik-titik yang paling berdampak saat ini adalah pantai Ciberi.

“Abrasi pantai yang terjadi baik mulai dari Tanjung Cyberi, Holtekam sampai di Skow merupakan satu garis pantai, jadi pengaruh abrasi dalam satu garis pantai pasti akan terjadi bila terjadi gangguan atau hambatan dalam tranport sedimen sejajar,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi hal itu pihak BWS sudah mulai mengambil langkah namun terkendala anggaran.

Salah satu langkah yang telah diambil BWS saat ini adalah membangun talud sepanjang 944 meter, sedangkan dari Pemerintah Kota Jayapura telah membangun sepanjang 200 Meter dari total panjang garis Pantai ± 8,6 Kilometer sehingga total bangunan Pengaman Pantai yang telah terbangun sepanjang Pantai Holtekamp adalah 1.144 meter dan masih tersisa 7.456 Meter.

Seperti diketahui Pantai Holltekam memiliki pesona alam yang memukau dan menjadi tempat favorit masyarakat Kota Jayapura dan sekitarnya untuk berwisata. Namun dibalik itu Pantai Holtekamp juga terancam hilang karena abrasi pantai yang terus-menerus yang menyebabkan mundurnya garis pantai.

Abrasi juga mengancam jalan nasional yang menghubungkan Kota Jayapura dengan Kabupaten Keerom serta menuju pos lintas batas negara Indonesia – Papua New Guinea. Menurut Dave untuk mengatasi abrasi ini diperlukan penanganan secara struktural dengan pembangunan bangunan pengaman pantai.  (*)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Tutup Kebocoran, Bandara Mopah Kini Gunakan Portal Parkir Elektronik

Plt Kepala Bandara Mopah Merauke Blasius Basa, S.Sos, MM, kepada wartawan mengungkapkan, penggunaan portal parkir…

2 days ago

Nasib Ribuan Guru Honorer Papua Tergantung Kebijakan Pemerintah

Menurut Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Papua Dr. Elia Waromi, S.Pd., M.Pd, data guru…

2 days ago

Tiga Aset Bangunan Milik Almarhumah LS di Mappi Akan Dilelang Negara

Almarhumah sendiri telah divonis bersalah dan saat sedang menjalani pidananya tersebut meninggal dunia karena sakit.…

2 days ago

Gubernur: Wilayah Perbatasan Punya Nilai dan Peran Strategis

Selain memiliki posisi strategis, wilayah perbatasan Papua juga menyimpan keanekaragaman kekayaan, baik sumber daya alam,…

2 days ago

Jayawijaya Raih 13 Medali di Kejurda Taekwondo

Plt Sekda Jayawijaya Petrus Mahuse, AP, M.Si menyatakan, pemerintah sangat bersyukur kepada Tuhan karena sejak…

2 days ago

Cuaca Ekstrem Nelayan Diminta Waspada

   Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Dok II Jayapura, Heri Purnomo, S.Si, mengatakan bahwa peningkatan tinggi…

2 days ago