Categories: FEATURES

Angkutan Muat Barang Berlebih Bebas Melintas, Padahal Bisa Cepat Merusak Jalan

   Dijelaskan Endy Irawan, pilihannya Kabupaten Kerom menjadi lokasi pembangunan jembatan timbang dikarenakan Pemda setempat telah menghibahkan tanah seluas 1,5 hektar.

“Kami sudah bersurat, kami membutuhkan lahan 1,5 hektar untuk pembangunan sebuah jembatan timbang.

   Kepala BPTD Papua itu menjelaskan, ada banyak dampak yang ditimbulkan dari tidak beroperasinya jembatan timbang. Yakni kendaraan bermuatan lebih, bebas melintas. Yang mengakibatkan kondisi jalan cepat rusak. Itu terlihat di sejumlah jalan di wilayah Kota Jayapura. Baik jalan kabupaten/kota, provinsi, maupun nasional.

   Dalam peraturan perundang-undangan Nomor 38 Tahun 2004 tentang jalan, jaringan jalan dibagi dalam beberapa kelas jalan atau tingkatan, masing-masing mempunyai daya dukung yang berbeda-beda. Timbulnya kelas-kelas jalan di Indonesia, khususnya di Papua karena pembangunan prasarana jalan masih mengikuti sarana kendaraan.

  Lebih lanjut Endy Irawan menjelaskan bahwa Jenis kendaraan yang dilakukan penimbangan adalah semua angkutan barang kecuali angkutan kontainer, tangki BBM dan BBG, angkutan barang berbahaya, dan angkutan alat berat.

  Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) atau yang lumrah dikenal dengan jembatan timbang merupakan salah satu alat pengawasan dan pengendalian muatan angkutan barang ataupun angkutan yang melebihi batas ketentuan.

  Dibangunnya jembatan timbang pada tahun 2025 mendatang di kabupaten Keerom telah memenuhi syarat. Dimana persyaratan pembangunan jembatan timbang kata Endy adalah tempat tersebut ada di pinggir ruas jalan nasional atau ada di penghubung antara dua kabupaten.

  “Kenapa kami taruh disana karena kami melihat berdasarkan hasil survei, kami melihat  untuk kendaraan angkutan barang ke Wamena di jalan trans Papua itu sangat banyak. Selama ini tidak ada pengawasan terkait dengan angkutan yang mereka angkut itu apa,” jelasnya.

  Sementara di Kota Jayapura,  kata kepala BPTD itu, pihaknya bisa mengunakan alat jembatan timbang yang portabel yang bisa dibawa kemana-mana. Ia kembali jelaskan salah satu dampak dari tidak adanya jembatan timbang ialah dapat mengakibatkan jalan itu cepat rusak hingga bisa menurunkan pondasi tiang jembatan jika sering dilintasi kendaraan yang melebihi muatan atau overload.

   Kata Endy sebenarnya di jembatan atau di jalan tol biasanya dipasangkan rambu tonase untuk menghindari terjadinya penurunan dan kerusakan jalan. “Jembatan biasanya pasang rambu, tonase yang bisa melewati ini seberat bisa melewati jalan tol, seandainya melebihi jika terus menerus pastikan lama-lama turun dan hancur,” terangnya.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Wali Kota: SPMB di Sekolah Negeri Gratis!

Terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ini, Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menegaskan bahwa…

4 days ago

Tuntutan 13 Tahun Penjara Agar Ada Efek Jera

Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Sunandar Pramono, SH, MH mengatakan dari 9 terdakwa kasus korupsi dana…

4 days ago

MRP Kecewa, Tak Bisa Bertemu Bupati dan Wabup Jayapura

Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu…

4 days ago

Besok, Wapres Dijadwalkan Kunjungi Asmat

Gubernur Apolo menjelaskan, dalam rangka kunjungan tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua…

4 days ago

Pemerintah Jangan Korbankan Tanah Adat

Menurut Emanuel Gobay, yang juga anggota Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua,…

4 days ago

6 SPPG Mimika yang Dibekukan Segera Beroperasi Kembali

​Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua…

4 days ago