

dr. James Timothy, SpA, MKes. bersama tenaga medis yang bertugas memantau kondisi bayi kembar siam di ruang NICU RSUD Jayapura, Selasa (11/2). (foto:Elfira/Cepos)
Menjenguk Bayi Kembar Siam yang Masih Dirawat di RSUD Jayapura
Di salah satu ruangan RSUD Jayapura berukuran 20 meter persegi, bayi kembar siam sedang berjuang untuk terus hidup, setelah dilahirkan pada 24 Januari lalu. Segala upaya dokter dilakukan, dan sang ibu terus berdoa agar anak tersebut tetap sehat. Lantas seperti apa kondisinya saat ini?
Laporan: Elfira_Jayapura
Selasa (11/2) kemarin, 19 hari sudah, bayi kembar siam yang dilahirkan Dina berada di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura.
Bayi perempuan kembar siam atau dempet itu sedang berjuang untuk hidup sembari mendapatkan perawatan intensif dari pihak rumah sakit. Ia belum diperbolehkan pulang setelah ibunya melahirkannya pada 24 Januari 2025 lalu.
Meski berada di incubator, ibu kedua bayi kembar ini, setiap hari datang menjenguknya sembari memberikan ASI, susu atau menyuplai kebutuhan lainnya.
Ketua Tim Bayi Kembar Siam RSUD Jayapura, dr. James Timothy, M.Kes, Sp.A (K), menerangkan kondisi bayinya masih menggunakan oksigen. Meski begitu, sudah bisa minum susu dan tidak menggunakan infus lagi.
Ketika dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, kembar siam tersebut diduga mengalami kebocoran jantung. “Yang jadi masalah adalah jantungnya bocor, diduga juga jantungnya menyatu. Jantungnya ada dua, namun nyambung, dempet dan menyatu,” kata dr. James yang ditemui di ruang kerjanya usai melakukan pemeriksaan pasien, Selasa (11/2).
Selain jantung yang menyatu, hati dan ususnya juga mengalami hal serupa. Hanya saja menurut dr. James, itu tidak terlalu fatal. Sebab masalah utamanya adalah kebocoran jantung.
“Jika jantungnya menyatu sulit dilakukan tindakan operasi dan dipisahkan,” ujarnya.
Page: 1 2
Terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ini, Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menegaskan bahwa…
Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Sunandar Pramono, SH, MH mengatakan dari 9 terdakwa kasus korupsi dana…
Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu…
Gubernur Apolo menjelaskan, dalam rangka kunjungan tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua…
Menurut Emanuel Gobay, yang juga anggota Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua,…
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua…