Categories: BERITA UTAMA

Anggaran Dipangkas, Masih Ada Peluang Bagi Pengusaha Lokal

JAYAPURA – Pemangkasan Dana Otonomi Khusus (Otsus), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Tambahan Infrastruktur (DTI) berpotensi menghambat pembangunan Papua. Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Papua, Debora Solossa mengatakan, infrastruktur menjadi sektor paling terdampak, sementara sektor lain masih dapat berjalan dengan strategi pengadaan yang lebih terarah.

Meski demikian, Debora menyebut pelaku usaha lokal tetap memiliki peluang melalui program makan bergizi gratis (MBG) dan pengadaan berbasis e-katalog. 

“Sebagian besar anggaran yang dipotong memang untuk infrastruktur. Tetapi, kita bisa mengalihkan fokus pada program makan bergizi gratis serta pemberdayaan ekonomi masyarakat,” kata Debora kepada wartawan, Senin (10/2).

Seiring dengan pemangkasan anggaran ini, Debora mendorong pelaku usaha Orang Asli Papua (OAP) lebih aktif dalam sistem e-katalog. Sebab menurutnya, dengan keterlibatan mereka, pertumbuhan ekonomi lokal tetap berjalan meskipun anggaran terbatas. 

“Harapannya pemerintah pusat mendukung kebijakan yang mengakomodasi peran pengusaha Papua dalam skema pengadaan ini. Langkah ini penting agar dampak pemangkasan anggaran tidak semakin memperburuk kondisi ekonomi daerah,” kata Debora.

Saat ini, pihaknya masih menunggu kebijakan pemerintah pusat terkait pemberdayaan pelaku usaha OAP. Namun, ia menekankan bahwa skema pengadaan melalui e-katalog tetap menjadi peluang utama bagi pengusaha Papua. 

“Idealnya, pelaku usaha OAP yang terlibat dalam program MBG harus terdaftar di e-katalog. Pelaku usaha non-OAP juga bisa ikut serta selama kebijakan pengadaan memungkinkan,” ujarnya.

Sambungnya, dengan sistem ini, pengadaan barang dan jasa diharapkan lebih terukur dan terstruktur. Selain itu, program ini juga dapat memberikan dampak positif bagi sektor pertanian lokal jika bahan baku berasal dari petani Papua. 

“Jika suplai bahan pangan dari luar bisa dikendalikan, pertumbuhan ekonomi lokal tetap berjalan. Hal ini akan memberikan keuntungan bagi petani dan pengusaha Papua,” tandasnya. (fia/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Cari Solusi Bersama Agar Pemalangan Tidak Terulang

  Ketua MRP, Nerlince Wamuar, mengatakan dari pertemuan itu ada sejumlah persoalan yang disampaikan langsung…

24 hours ago

2.200 Rumah Bantuan Presiden Mulai Dibangun Januari 2027

Gubernur Papua Pegunungan Dr (HC) John Tabo, SE, M.B.A menyatakan  pemerintah daerah sebelumnya telah melakukan…

1 day ago

Karhutla Meluas, Pemprov Papua Selatan Perkuat Respons Cepat

Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, kondisi kekeringan yang dipengaruhi fenomena El Niño meningkatkan kerawanan…

1 day ago

Tim Panitia A Turlap ke Kampung Honelama 2

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Jayawijaya, Melke Mentang, S.H. menyatakan pemeriksaan fisik ini dilakukan untuk memastikan…

1 day ago

Dua Kelompok yang Berkonflik Diminta Segera Berdamai

​Kapolres Mimika, AKBP Alfredo A. Rumbiak, menyatakan aparat keamanan terus mengawal situasi di lapangan agar…

1 day ago

Dorong Pengelolaan Keuangan Transparan dan Akuntabel Bagi 91 Kampung

Pelatihan ini digagas oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Keerom dan melibatkan operator…

1 day ago