

Guru Besar Ilmu Sosiologi Pedesaan, Uncen Prof. Avelinus Lefaan, MS
JAYAPURA-Komitmen Pemerintah menjadikan sektor pendidikan menjadi prioritas utama terutama di Papua dipertanyakan. Kebijakan nasional terkait dengan pemangkasan anggaran di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) pada tahun ini, sebesar Rp 22,5 triliun bukan tidak mungkin akan berdampak ke pembangunan SDM Papua.
Guru Besar Uncen, Prof.Avelinus Lefaan, mengungkapkan, upaya pemerintah untuk penghematan anggaran negara untuk mendukung program makan bergizi gratis, sebenarnya tidaklah soal. Namun kebijakan ini juga nyatanya berlaku hampir disemua kementerian. Sehingga secara otomatis kebijakan dan jalannya program akan berdampak ke daerah.
Dalam konteks Papua, sektor pendidikan ini sebenarnya harus menjadi prioritas dan perhatian pemerintah. Papua sebelum adanya penghematan anggaran negara, kondisi pendidikanya masih sangat memperihatinkan. Terutama di daerah pinggiran hingga daerah pedalaman mulai dari masalah kekurangan guru, fasilitas gedung, fasilitas belajar, laboraorium, perpustakaan, masih menjadi masalah yang sangat serius.
Page: 1 2
Danrem 172/ PWY Brigjen TNI. Robby Suryadi untuk upaya pengejaran tentunya ada upaya yang dilakukan…
Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan sejak beberapa hari terakhir, keberadaan kabut asap tebal akibat…
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Merauke Rudi, mengatakan, kedua survivor ditemukan setelah Tim…
Departemen Keadilan dan Perdamaian (DKP) Sinode Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua menyatakan dukungan…
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, sejumlah ruas jalan saat ini tengah dikerjakan untuk membuka…
Penegasan tersebut disampaikan Kepala BTNW Acha Anis Sokoy untuk meluruskan persepsi masyarakat mengenai lokasi sejumlah…